Reportasejabar.com – CIPANAS, Jawa Barat – Semangat persaudaraan sejati kembali menggema di kawasan pegunungan Cipanas. Puluhan pengurus, tokoh lintas agama, dan perwakilan komunitas Wadah Komunikasi dan Pelayanan Umat Bersama (WKPUB) berkumpul dalam Musyawarah Kerja (MUKER) 2026 yang berlangsung pada 10-11 Juli 2026. Kegiatan ini bukan sekadar rapat rutin melainkan momen strategis untuk menyusun arah pelayanan baru serta melantik kepengurusan periode 2026-2029.
Acara yang digelar di Kinasih Samadi & Giri Kembang dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur Carlos Damanik mewakili Walikota Jakarta Timur Munjirin. Dalam sambutannya ia mengapresiasi langkah konkret WKPUB yang konsisten merawat kerukunan di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks. Kehadiran WKPUB menjadi bukti bahwa perbedaan iman tidak menghalangi kita untuk bergandengan tangan membangun bangsa.
Suasana khidmat terasa sejak pagi hari saat prosesi pembukaan diiringi tarian dari anak-anak Pondok Pesantren Assalam sebagai simbol harmoni antara tradisi dan spiritualitas. Puncaknya adalah sesi Doa Bersama Lintas Agama yang dipimpin oleh para pemuka agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Chu. Momen ini menegaskan identitas WKPUB sebagai ruang perjumpaan inklusif di mana setiap umat bisa berdoa menurut keyakinannya namun tetap merasa satu dalam tujuan kemanusiaan.

Ketua Umum WKPUB Pdt. (Em.) Hosea Sudarna mengatakan kita hadir bukan sekadar sebagai tamu undangan tetapi sebagai mitra strategis bangsa untuk merawat persaudaraan sejati di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk. Ia menekankan WKPUB lahir dari luka sejarah konflik sosial tahun 1998 dan para pendiri memilih membangun jembatan komunikasi serta melayani dengan tangan terbuka agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.
Hosea menambahkan sejak Desember 2023 WKPUB resmi menjadi badan hukum dan legalitas ini memperkuat tanggung jawab karena negara mengakui keberadaan organisasi serta masyarakat mempercayai kiprahnya. Program AISA Anak Indonesia Sehat telah menjangkau enam kecamatan di Jakarta Timur dan siap memasuki kecamatan ketujuh yaitu Matraman pada tahun 2026 untuk memerangi stunting melalui tindakan nyata. Kebersamaan moderasi beragama juga dinyatakan di luar Jakarta seperti bakti sosial ke Suku Samin di Blora pada Juni 2025 di mana WKPUB disambut sebagai saudara sebangsa.
Usai sambutan Ketua Umum didampingi Sekretaris Umum Setyo Budhi Hutomo menyerahkan lukisan kenang-kenangan kepada keluarga alm. Pdt. Ferdinand Suleeman dan alm. Ustad Ali Kohar sebagai bentuk penghormatan terhadap para pendiri yang merintis jalan persaudaraan sejak era pasca-konflik 1998. Kegiatan dilanjutkan dengan Roll Call kehadiran anggota komunitas yang mencakup Pesantren Inggris As Salam, Ulul Ilmi Munjul Cipayung, Al Fathiyah Condet, GKI, GPIB, GKP, GKPO, GKJ, HKBP, Gereja Baptis, Advent, dan Gereja Katolik Keluarga Kudus.
Panel Diskusi Bahas Tantangan Kota Global
Sebelum Sidang Pleno acara diisi narasumber ahli yang membahas isu krusial termasuk tata kelola organisasi, ekologi, tanggap darurat bencana, dinamika kerukunan di DKI Jakarta, serta tantangan menuju kota global. Para peserta diajak melihat kerukunan sebagai proses dinamis yang harus terus dirawat melalui aksi nyata.

Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Timur Eliezer Hutapea memaparkan tentang mengembangkan organisasi serta memperkokoh kerukunan dan persaudaraan sejati. Ia menyatakan pemerintah hadir dalam MUKER WKPUB sebagai dukungan nyata bagi organisasi kemasyarakatan. Pertemuan strategis ini mengusung misi penting untuk memperkuat pembinaan serta pengawasan ormas melalui forum bersama lintas sektoral. Stabilitas keamanan dan kerukunan lintas sektor menjadi fondasi utama dalam mengawal transformasi Jakarta menuju kota global yang harmonis.
Toni Mulya Winata dari GKI Wahid Hasyim mempresentasikan Gerakan Kemanusiaan Indonesia yang lahir dari dorongan moral membantu sesama di tengah situasi darurat. Jejak langkah tim ini bermula saat bencana Tsunami Aceh melanda pada tahun 2004. Pangdam Iskandar Muda menginisiasi penamaan kelompok relawan ini menjadi Gerakan Kemanusiaan Indonesia guna memudahkan koordinasi taktis dan menyatukan visi pergerakan. Pelayanan berfokus pada manajemen tanggap bencana yang komprehensif mulai dari pemetaan kondisi wilayah, pengukuran kapasitas SDM relawan, hingga pemulihan ekonomi pascabencana.
Dr. Marjan Miharja, SH., MH. Dosen Iblam dan Unsurya sekaligus Sekum FKUB Jakarta Timur membawakan materi implementasi KUHP dalam penguatan kerukunan. Ia menjelaskan strategi operasionalisasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dijalankan melalui sinergi tiga pilar utama. Pemerintah Pusat berfungsi sebagai pengarah sistem melalui standard setting dan kontrol nasional. Pemerintah Daerah berperan sebagai filter awal konflik dengan fokus early warning dan conflict management. Sementara FKUB dan Majelis Agama bertindak sebagai stabilisator sosial yang membangun ruang dialog lintas iman serta meredam eskalasi sosial sebelum masuk ranah hukum formal. Sinergi ketiga pilar ini memastikan KUHP menjadi instrumen nyata menjaga kerukunan dan ketertiban umum.

Sidang Pleno Tetapkan Program dan Pengurus Baru
Usai paparan narasumber kegiatan berlanjut ke Sidang Rapat Pleno yang menyepakati aturan tata tertib sidang termasuk hak suara bagi anggota WKPUB dan perwakilan komunitas. Sidang dibagi menjadi empat seksi pembahasan.
Sidang Seksi A Kelompok Program bertempat di R. Bhaksana diikuti 15 utusan dari berbagai komunitas gereja dan program AISA untuk menyusun program kerja organisasi. Sidang Seksi B Kelompok Anggaran/Keuangan bertempat di R. Bojana dihadiri 16 peserta dengan latar belakang beragam untuk merumuskan rencana anggaran belanja serta sumber pendanaan. Sidang Seksi C Organisasi bertempat di Lobby Depan Kinasih melibatkan 31 utusan yang berfokus pada penguatan struktur organisasi dan kelembagaan. Sidang Seksi D membahas nominasi kepengurusan.
Hasil persidangan seksi akan dibawa ke Sidang Pleno hari kedua untuk pengambilan keputusan.
Hari kedua MUKER akan diisi sidang pleno untuk mengesahkan program kerja tahun 2026. Bidang Sosial dan Kesehatan fokus pada revitalisasi program AISA dan penanganan stunting. Bidang Pendidikan menekankan pelatihan manajemen stres dan literasi digital bagi remaja. Bidang Humas mempersiapkan silaturahmi besar dan audiensi dengan pemerintah daerah.
Sekretaris Umum Setyo Budhi Hutomo menyampaikan rincian program prioritas meliputi pelayanan AISA 1-6 dengan anggaran Rp300 juta, penanganan stunting Parakansalak Sukabumi sebesar Rp25 juta, pelatihan kader AISA Rp12 juta, donor darah Rp5 juta, bantuan sosial bencana Rp10 juta, serta bakti sosial ke Suku Samin Blora sebesar Rp75 juta.
Hari kedua MUKER adalah Puncak acara yang akan dilakukan untuk pelantikan pengurus periode 2026-2029. Dengan disahkannya struktur baru ini nanti, WKPUB berkomitmen memperluas jangkauan pelayanan hingga tingkat kelurahan dan kecamatan di seluruh Jakarta.
MUKER 2026 membuktikan WKPUB bukan sekadar organisasi melainkan gerakan moral yang terus hidup. Dari Cipanas pesan persaudaraan disebarluaskan bahwa di atas segala perbedaan kita adalah satu bangsa yang saling melengkapi.
























