Parkiran Blok Ruby Summarecon Diduga Hanya Mencari Untung Dari Konsumen Yang Masuk Sekedar Lewat

Bandung, Reportasejabar.com Parkiran blok Ruby Summarecon bandung di duga tak punya modal dalam penerapannya, pasalnya parkiran tersebut tidak memberikan struk secara otomatis saat melakukan transaksi pembayaran tunai ataupun barcode qris, Rabu (20/05).

Pihak parkir mengatakan, yah untuk saat ini kami belum ada struk bukti parkir secara otomatis, masih manual tulis tangan, “yah struknya tulis tangan nanti di kasih, karena di minta nanti di buatkan, 5 menitpun sudah harus bayar, “ucap petugas parkir.

“Salah satu pengurus juga mengungkapkan, saat ini masih trail dan kita belum sediakan struk otomastis, tapi bayar pake qris kan sudah jelas ada bukti transaksi, sata juga mantan PR, sebutnya sambil berlalu pergi.

Sangat disayangkan, perumahan elite sekelaa summarecon bandung yang begitu megah, dalam penerapan parkir berbayar tidak profesional, sehingga harus di eluhkan konsumen untuk sekedar meminta struk pembayaran dengan simbol orat oreran.

Sangat disayangkan Adi Humas summarecon saat di konfirmasi via whatsapp, memilih diam dan bungkam tanpa jawaban.

Diduga parkiran blok ruby summarecon hanya mengambil keuntungan saja dari pengunjung yang masuk sekedar liat-liat dan lewat masuk. Meski tulisannya motor 2000/jam faktanya baru beberapa menit harus bayar. Lalu bagaimana dengan penerapan distrubusi dan pajaknya secara profesional untuk kota bandung sendiri dan legalitas penerapan perparkirannya. (Red)

About Author

Related Posts

Dua Bupati Satu Panggung, HIPMI Kabupaten Bandung Didorong Cetak Pengusaha dan Pemimpin

Reportasejabar.com -Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) I Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Bandung menghadirkan dua kepala daerah dalam satu forum, Minggu, 7 Juni 2026. Bupati…

Read more

Continue reading
KDS: Daerah Terancam Kekurangan Pegawai jika Rekrutmen PPPK Dihentikan

Reportasejabar.com Bupati Bandung Dadang Supriatna mengusulkan pemerintah pusat mengembalikan Transfer ke Daerah (TKD) sebagai salah satu solusi untuk membantu pemerintah daerah memenuhi ketentuan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD.…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kabupaten Bandung Pertahankan WTP, Raih Predikat Kesepuluh Berturut-turut

  • By admin
  • Juni 9, 2026
  • 11 views
Kabupaten Bandung Pertahankan WTP, Raih Predikat Kesepuluh Berturut-turut

KDS: Satu Dekade WTP Bukti Komitmen Akuntabilitas Pemkab Bandung

  • By admin
  • Juni 9, 2026
  • 12 views
KDS: Satu Dekade WTP Bukti Komitmen Akuntabilitas Pemkab Bandung

Polri Resmi Luncurkan E-Sport Kapolri Cup 2026

  • By admin
  • Juni 8, 2026
  • 15 views
Polri Resmi Luncurkan E-Sport Kapolri Cup 2026

Dua Bupati Satu Panggung, HIPMI Kabupaten Bandung Didorong Cetak Pengusaha dan Pemimpin

  • By admin
  • Juni 8, 2026
  • 20 views
Dua Bupati Satu Panggung, HIPMI Kabupaten Bandung Didorong Cetak Pengusaha dan Pemimpin

KDS: Daerah Terancam Kekurangan Pegawai jika Rekrutmen PPPK Dihentikan

  • By admin
  • Juni 8, 2026
  • 19 views
KDS: Daerah Terancam Kekurangan Pegawai jika Rekrutmen PPPK Dihentikan

Pangdam III/Siliwangi Dukung Pelestarian Domba Garut Melalui Festival Peternak di Cimahi

  • By admin
  • Juni 7, 2026
  • 22 views
Pangdam III/Siliwangi Dukung Pelestarian Domba Garut Melalui Festival Peternak di Cimahi