Gubernur Jabar Polemik Study Tour Antara Edukasi dan Risiko,Ketum GMOCT Menteri dan DPR RI Tolong Berkaca Peristiwa Mei 2024

REPORTASEJABAR.COM -Jakarta – Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang melarang study tour bagi siswa SMA dan sederajat di wilayahnya, memicu polemik nasional. Meskipun Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, tidak mengeluarkan larangan serupa, perdebatan mengenai manfaat dan risiko study tour kembali mencuat, terutama setelah serangkaian kecelakaan fatal pada Mei 2024.

Dedi Mulyadi berpendapat bahwa sebagian besar study tour lebih mirip kegiatan rekreasi daripada edukasi, menekankan pentingnya pendidikan yang substansial. Ia khawatir study tour justru menjadi ladang bisnis bagi agen perjalanan, membebani orangtua siswa, dan menciptakan kesenjangan sosial di sekolah. “Pendidikan di Jawa Barat harus berorientasi pada substansi, bukan sekadar perjalanan yang tidak memiliki nilai akademik,” tegasnya. Ia bahkan memperingatkan kepala sekolah yang tetap menyelenggarakan study tour.

Berbeda dengan Dedi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan study tour tetap diizinkan, asalkan aspek keamanan diutamakan dan memiliki manfaat edukatif yang jelas. Ia menekankan pentingnya pengecekan kelayakan kendaraan dan kompetensi pengemudi untuk mencegah kecelakaan. “Harap diperiksa dengan cermat, terutama terkait transportasi,” ujarnya. Mu’ti percaya study tour, jika dirancang dengan baik, dapat memperkaya pengalaman belajar siswa tanpa membebani orangtua.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifuddin, menganggap study tour bermanfaat dalam kurikulum berbasis pengalaman. Namun, ia menekankan perlunya perencanaan matang agar tidak membebani orangtua dan mengingatkan pentingnya transparansi pengelolaan dana, termasuk pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Study tour bukan sesuatu yang buruk. Masalahnya adalah bagaimana memastikan agar tidak menjadi paksaan bagi siswa dan orangtua,” katanya.

Tragedi Mei 2024: Titik Balik Perdebatan

Serangkaian kecelakaan study tour pada Mei 2024 menjadi sorotan utama dalam polemik ini. Kejadian-kejadian tersebut, yang menelan korban jiwa dan luka-luka, memperkuat argumen pihak yang mempertanyakan keamanan dan efektivitas study tour. Beberapa kasus yang menonjol antara lain:

  • SMK Lingga Kencana, Subang: Kecelakaan bus yang menewaskan 12 orang, termasuk 11 siswa, akibat kegagalan fungsi rem.
  • SMP Negeri 3 Depok: Bus tertimpa tiang listrik, menyebabkan kepanikan, meskipun tanpa korban jiwa.
  • SMP PGRI 1 Wonosari: Kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto akibat microsleep sopir, menewaskan seorang guru dan kenek bus.
  • MIN 1 Pesisir Barat, Lampung: Bus terperosok jurang, menyebabkan luka berat pada enam orang.
  • Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan: Dua korban jiwa, seorang siswa dan seorang guru.

Ketua Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) menyatakan keprihatinan yang mendalam atas insiden-insiden tersebut, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan study tour. “Siswa bukan hanya mengakhiri sekolah, namun mengakhiri hidup,” ujarnya. GMOCT mendesak Menteri Pendidikan dan DPR RI untuk mengambil pelajaran dari tragedi Mei 2024.

Polemik study tour ini menuntut solusi komprehensif yang menyeimbangkan aspek edukatif dengan aspek keselamatan dan keberlanjutan finansial. Peraturan yang lebih ketat, pengawasan yang lebih intensif, dan transparansi pengelolaan dana menjadi kunci untuk memastikan study tour benar-benar bermanfaat bagi siswa, tanpa mengorbankan keselamatan dan kesejahteraan mereka.

No Viral No Justice

KDM Bapa Aing

Team/Red (Kabarsbi)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Editor:

About Author

  • Related Posts

    Pasca Viral Kasus Dugaan Pemalsuan Izin PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera, GMOCT Pantau Proses Hukum dan Administrasi, Staf BPN Kutim ” Kami Belum Mengetahui Berkas PT Emas “
    • adminadmin
    • Februari 25, 2026

    Kutai Timur- Reportasejabar.com -25 Februari 2026 – Setelah pemberitaan tentang dugaan pemalsuan izin oleh PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera (PT Emas) viral di puluhan media online dan cetak yang tergabung…

    Read more

    Continue reading
    Bupati Kang DS Ajak Para ASN Gunakan Produk IKM/UMKM dan Belanja di Pasar Rakyat
    • adminadmin
    • Februari 25, 2026

    KAB. BANDUNG, Reportasejabar.com -Bupati Bandung Dadang Supriatna mengeluarkan Surat Edaran tentang Penggunaan dan Pembelian Produk dan atau Jasa IKM/UMKM (Industri Kecil dan Menengah/Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) serta Pasar Rakyat…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Satgas TMMD ke 127 Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Penyuluhan Hukum

    • By admin
    • Februari 25, 2026
    • 10 views
    Satgas TMMD ke 127 Kodim 0116/Nagan Raya Laksanakan Penyuluhan Hukum

    Gotong Royong Jadi Nafas TMMD ke 127 Kidim 0116 Nagan Raya di Ujong Blang

    • By admin
    • Februari 25, 2026
    • 8 views
    Gotong Royong Jadi Nafas TMMD ke 127 Kidim 0116 Nagan Raya di Ujong Blang

    TMMD ke 127 Kodim 0116 Nagan Raya Jadi Jembatan Kedekatan TNI dan Warga

    • By admin
    • Februari 25, 2026
    • 9 views
    TMMD ke 127 Kodim 0116 Nagan Raya Jadi Jembatan Kedekatan TNI dan Warga

    Prajurit Satgas TMMD Kodim 0116 Nagan Raya dan Warga Bergandeng Tangan Bangun Desa

    • By admin
    • Februari 25, 2026
    • 7 views
    Prajurit Satgas TMMD Kodim 0116 Nagan Raya dan Warga Bergandeng Tangan Bangun Desa

    Kang DS: IPM Kabupaten Bandung 2025 Naik Jadi 75,58 Poin

    • By admin
    • Februari 25, 2026
    • 9 views
    Kang DS: IPM Kabupaten Bandung 2025 Naik Jadi 75,58 Poin

    Pasca Viral Kasus Dugaan Pemalsuan Izin PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera, GMOCT Pantau Proses Hukum dan Administrasi, Staf BPN Kutim ” Kami Belum Mengetahui Berkas PT Emas “

    • By admin
    • Februari 25, 2026
    • 8 views
    Pasca Viral Kasus Dugaan Pemalsuan Izin PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera, GMOCT Pantau Proses Hukum dan Administrasi, Staf BPN Kutim ” Kami Belum Mengetahui Berkas PT Emas “