SMK MVP Melaksanakan MPLS “Ngawangun Ihwal Siswa Anu Kreatif, Inovatif Dumasar, Kana Kurikulum Merdeka”

REPORTASEJABAR.COM – Kota Bandung Dalam  membangun generasi unggul
SMK MVP melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekola (MPLS) Tahun 2024-2025  yang dilaksanakan  di Internasional, jalan Terusan Sekolah,  Jalan  Antapani Lama Nomor 6 -1 Cicaheum, Kecamatan  Kiaracondong, Kota Bandung Jumat (19/7/2024)

Kurikulm Merdeka tersebut mengacu pada surat edaran Pemerintah  MPLS dengan sekolah ramah anak, anti Kekerasan dan Sekolah  yang nyaman

MPLS tersebut bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah serta menanamkan nilai-nilai kedisiplinan serta tanggung jawab, dan kebersamaan.

Serta untuk memberikan gambaran kepada siswa baru tentang apa yang akan mereka hadapi selama menempuh pendidikan

Dalam kurikulum merdeka SMK MVP  Ngawih Lagu Kuu Gamelan Sunda Bernyanyi Dengan Musik Sunda dan juga  memiliki beberapa tema “Ngawangun Ihwal Siswa Anu Kreatif,  Inovatif Dumasar Kana Kurikulum Merdeka”  yang artinya, Membangun Siswa Siswi yang kreatif Inovatif , berdasarkan kurikulum merdaka

  “Ngahiji Piken DamaI” yang artinya SMK MVP Seluruh Siswa Harus Bersatu Untuk Damai. agar Kekerasan tidak  terjadi salah paham

Tema selajutnya dalam bahasa Sunda    yaitu “Salam Pacantel” salam pacantel tersebut adalah muatan lokal budaya yang artinya  sebuah simbol perdamaian.

Dengan budaya Sunda  tersebut.
Dihàrapkan untuk seluruh peserta didik bisa memberikan suara suara yang kreatif, inovatif serta  karya- karya baik.

Hanya lemah lembut dan budi pekerti yang  baik serta  hormat kepada orang  tua dan semua orang,  yang bisa membuat selamat nyaman dari kehidupan.

  Kegiatan MPLS  tersebut di akhiri dengan seluruh warga sekolah ber IKRAR untuk melaksanakan  Anti Kekerasan di dalam kotak harapan yang berisi semua  harapan siswa/i ke depan dalam meraih cita-cita.

Red.

.

About Author

  • Related Posts

    Yayasan Pemulihan Natura Indonesia Gelar Silaturahmi dan Santunan bagi Santri Ponpes Daarut Tolibin
    • adminadmin
    • Februari 15, 2026

    Bandung Barat, Reportasejabar.com 15 Februari 2026 – Yayasan Pemulihan Natura Indonesia menggelar acara silaturahmi dan santunan khusus bagi santri Pondok Pesantren Daarut Tolibin pada Senin (9/2/2026). Acara yang berlangsung di…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Gerak Cepat Polisi Dalam Penanganan Penjualan  Obat Ilegal Jenis Tramadol 

    • By admin
    • Februari 17, 2026
    • 4 views
    Gerak Cepat Polisi Dalam Penanganan Penjualan  Obat Ilegal Jenis Tramadol 

    Fakta Unik Laka Lantas di Wilkum Polres Sragen: Mobil KIA Picanto Pakai Plat Nomor Honda Mobilio, Hendrik Anggota Polres Pacitan Akui adalah Miliknya

    • By admin
    • Februari 17, 2026
    • 6 views
    Fakta Unik Laka Lantas di Wilkum Polres Sragen: Mobil KIA Picanto Pakai Plat Nomor Honda Mobilio, Hendrik Anggota Polres Pacitan Akui adalah Miliknya

    Polsek Kadungora Ungkap Peredaran Obat Keras Daftar G, Tapi Satu Pelaku Diduga Dilepaskan Meski Ada Bukti Video Penangkapan

    • By admin
    • Februari 17, 2026
    • 7 views
    Polsek Kadungora Ungkap Peredaran Obat Keras Daftar G, Tapi Satu Pelaku Diduga Dilepaskan Meski Ada Bukti Video Penangkapan

    Wujudkan Misi Penguatan Lingkungan, Ini Upaya Bupati Kang DS Hadapi Perubahan Iklim

    • By admin
    • Februari 17, 2026
    • 8 views
    Wujudkan Misi Penguatan Lingkungan, Ini Upaya Bupati Kang DS Hadapi Perubahan Iklim

    Cisaranten Wetan Darurat Obat Keras tipe G : Di Mana Aparat Saat Warung Berkedok ilegal Menjamur?

    • By admin
    • Februari 16, 2026
    • 16 views
    Cisaranten Wetan Darurat Obat Keras tipe G : Di Mana Aparat Saat Warung Berkedok ilegal Menjamur?

    Dugaan Penjualan Minuman Keras di Karaoke Inul Vizta Salatiga: Masyarakat Marah, Seruan Tindakan Segera Terkesan Diabaikan

    • By admin
    • Februari 16, 2026
    • 15 views
    Dugaan Penjualan Minuman Keras di Karaoke Inul Vizta Salatiga: Masyarakat Marah, Seruan Tindakan Segera Terkesan Diabaikan