Bekasi Reportasejabar.com Pada Pilkades yang digelar Hari Minggu (26/8/2018), Asta Rajan dengan nomor urut 3 berhasil meraih kemenangan mutlak dengan memperoleh 5.834 suara. Hasil resmi yang diumumkan Panitia Pilkades menunjukkan jumlah suara sah sebesar 9.810 dan tidak sah 90 suara, dengan total keseluruhan 9.900 suara. Kontestan lainnya, Sukardi (nomor urut 1) mendapatkan 3.097 suara dan Junaedi (nomor urut 2) 879 suara, membuat selisih suara antara Asta Rajan dengan pesaing terdekat mencapai 2.737 suara.
Pada saat kemenangan, Asta Rajan menyampaikan, “Alhamdulillah dengan hasil kemenangan mutlak… kemenangan saya bukan semata-mata kemenangan pribadi saya, melainkan kemenangan warga Satria Jaya… Janji saya dari awal setelah menjadi Kepala Desa akan memberikan pelayanan sebaik-baiknya, hal itu yang paling utama.”
Namun hingga tahun 2026, kondisi nyata di lapangan jauh dari harapan. Seperti yang pernah diberitakan oleh Penajournalis.com pada 10 Maret 2026 dengan judul “Jalan Desa Rusak Parah, Kades Satria Jaya Rajan Disinyalir Abadi dalam Kebiasaan Menolak Perhatian”, masyarakat terus mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan belum mendapatkan perbaikan.
Tim liputan khusus yang menghubungi Asta Rajan melalui WhatsApp pada tanggal 10 Maret 2026 dan mendapatkan tanggapan dari sang Kades pada tanggal 11 Maret 2026 sekitar pukul 06.21 WIB: “Yaaa harus gimana kami pemdes sdh berusaha untuk mengusulkan bersabar aja keinginan kami bersama warga sama tapi untuk kegiatan jaling dusun 1 RW 01 SDH byk yg di kerjakan apalagi sekarang keadaan seperti ini Bekasi paham yaa paaa kami cuma bisa berharap berusaha untuk mengusulkan dn untuk menjalankan tugas semoga ini menjadi PR dan menjadi keberkahan untuk semua, Trimsssss atas informasinya.”
Pertanyaan kini muncul: Kemana dana desa yang seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur? Apakah tidak dilakukan pengajuan perbaikan jalan, ataukah Asta Rajan belum pernah menyerap aspirasi masyarakat terkait keluhan ini?
Ketika ditanyakan perihal Dana Desa dan Musrenbang serta pengajuan, Astra Rajan menjawab “Klau untuk dana desa udah pasti di salurkan smua ada kotak kotakya ada ketentuan masing masing kn semua kegiatan pekerjaan di laporkan di priksa,,apa lgi sekarang mh dana desa abis abisan di pangkas tapi temen temen media tamara udah PD tau”.
Jawaban yang mencolok adalah ketika sang Kades membawa-bawa Media Tamara (Tambun Utara) terkesan dirinya akan mengandalkan media Tamara, yang menjadi pertanyaan besar jikapun pihak media Tamara mengetahui perihal rusak nya jalan tersebut, kenapa pula hanya sekedar menginformasikan ke Sang Kades saja, tidak melakukan tupoksi nya sebagai media untuk mempublikasikan agar menjadi perhatian pemerintah provinsi.
Diharapkan dengan tayangnya pemberitaan ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat mengetahui kondisi di Desa Satria Jaya dan turun langsung untuk menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi warga.
Sumber: Yohan Yudistira
Editor: Sam






