KAB. BANDUNG- Reportasejabar.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali melaksanakan kegiatan rutin Safari Ramadhan 1447 Hijriah dan Tarawih Keliling (Tarling) ke-5 di Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falah Kampung Nengkelan Desa Sindangsari Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, Jumat (27/2/2026) malam.
Pada kesempatan itu, Bupati Dadang Supriatna turut menyerahkan bantuan kendaraan sepeda motor roda tiga, Al-Quran, dan bantuan lainnya.
Pelaksanaan Safari Ramadhan dan Tarling di daerah pembangunan (DP) 5 ini, Bupati Bandung didampingi Bunda Bedas Hj. Emma Dety Permanawati, selain hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, Ketua MUI Kabupaten Bandung KH. Yayan Hasuna Hudaya, dan pihak lainnya. Selain itu, para Asisten, para Kepala Dinas, Kepala Badan, Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa, tokoh masyarakat, dan para jamaah salat sunat tarawih.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan, pelaksanaan Safari Ramadhan dan Tarling di DP 5 ini untuk menjalin silaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Falah, tokoh masyarakat, pemuda maupun masyarakat sekitar.
Bupati Bandung dan Wakil Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Ali Syakieb ini menyampaikan kepada masyarakat bahwa pasangan ini sudah setahun menjabat dengan periode kepemimpinan 2025-2030.
Ia pun mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari Bapperida Kabupaten Bandung, visi misi dan rencana aksi sudah dilaksanakan 74 persen.
“Capaian 74 persen ini bukan hasil kinerja saya secara pribadi, tetapi berdasarkan hasil seluruh ASN, seluruh para camat, seluruh para kepala desa dan seluruh masyarakat Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Kang DS mengungkapkan Kabupaten Bandung secara integritas, akuntabel, berdasarkan SPI (Survei Penilaian Integritas) dari KPK RI, bahwa Kabupaten Bandung adalah rangking pertama di tingkat Jawa Barat dan rangking keempat di tingkat nasional.
“Dibuktikan dengan pengelolaan keuangan yang baik,” katanya.
Di hadapan para jamaah tarling, Kang DS mengungkapkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Bandung setiap tahun meningkat.
“Saya ingat pada saat tahun 2021 menjabat Bupati Bandung, posisi IPM Kabupaten Bandung 72 poin. Hari ini berdasarkan BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2025, IPM Kabupaten Bandung naik mencapai 75,58 poin,” katanya.
Bupati Bedas menjelaskan yang mempengaruhi peningkatan IPM Kabupaten Bandung ada tiga indikator. Pertama kualitas kesehatan, kedua pendidikan dan ketiga daya beli masyarakat makin membaik.
“Pertama adalah indikator kesehatan. Allhamdulillah rata-rata lama harapan hidup masyarakat Kabupaten Bandung 75,70 tahun. Ini dipengaruhi pola hidup sehat, olahraga rutin, kebahagiaan, halaman rumah bersih, fasilitas terus ditambah, mulai dari 62 Puskesmas hingga rencana RS baru di Cimenyan,” ungkapnya.
Kang DS berharap semua masyarakat Kabupaten Bandung terpenuhi kebutuhan air layak minum. Apabila masih ada air tak layak minum, untuk mengusulkan segera untuk dibuatkan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).
Lebih lanjut Kang DS mengatakan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kabupaten Bandung, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Raharja Kabupaten Bandung akan menciptakan 80.000 sambungan rumah.
“Saat ini baru 132.000 sambungan rumah, insya Allah tahun depan didorong penambahan sampai 80.000 sambungan rumah, sehingga mencapai 200.000 sambungan rumah,” katanya.
Ia mengatakan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung mencapai 3,8 juta jiwa atau hampir 1,5 juta kepala keluarga/rumah, artinya baru sekitar 10 persen terpenuhi kebutuhan air bersih melalui sambungan air bersih dari PDAM.
Kang DS mengatakan, indikator kedua yang mempengaruhi IPM Kabupaten Bandung adalah bidang pendidikan.
Pada tahun 2020 rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung tidak berbanding lurus dengan harapan lama sekolah.
“Rata-rata lama sekolah masyarakat Kabupaten Bandung hanya 8,96 tahun. Tapi tahun 2025 kemarin, BPS menyampaikan rata-rata lama sekolah Kabupaten Bandung meningkat jadi 9,4 tahun,” katanya.
Menurutnya, adanya peningkatan rata-rata lama sekolah itu, di antaranya dengan adanya program BESTI atau Beasiswa Ti Bupati.
“Yang belum punya ijazah SMP/SMA yuk ikut PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), dan jangan lupa ada beasiswa BESTI buat yang mau kuliah,” ujarnya.
Indikator ketiga yang mempengaruhi IPM Kabupaten Bandung adalah daya beli masyarakat Kabupaten Bandung Rp11,63 juta per kapita per tahun.
“Pada sektor ekonomi, daya beli kita juga naik,” ucapnya.
Ia pun menyebutkan walaupun TKD (Transfer Ke Daerah) berkurang sekitar Rp1 triliun, tapi alhamdulillah program strategis nasional MBG (Makan Bergizi Gratis) ini diangka Rp5,4 triliun per tahun.
Kang DS mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk melaksanakan gerakan Gertaman (Gerakan Tanami Halaman) supaya dapur tetap ngebul dan pangan stabil.
Sebelum melaksanakan giat Safari Ramadhan dan Tarling di Ponpes Miftahul Falah, Bupati Kang DS melaksanakan berbagai agenda lainnya, yakni Jumling (Jumat Keliling) di Masjid An-Nur dilanjutkan Peninjauan Jembatan Pasigaran, Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot.
Red/Ts






