KABUPATEN BANDUNG Reportasejabar.com Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS (KDS) menghadiri Panen Raya Cabai Merah yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Lengkong di lahan pertanian KDMP Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Jumat (19/6/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ruli Hadiana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Supadian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Teguh Purwayadi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dindin Syahidin, Camat Bojongsoang Kankan Taufik Barnawan, serta Danramil Dayeuhkolot/Bojongsoang Kapten Chb. Asep Yohana.
Pada kesempatan itu, KDS meninjau langsung budidaya cabai merah varietas Tanjung yang dikembangkan oleh KDMP Lengkong. Menurutnya, aktivitas usaha yang dijalankan koperasi tersebut menjadi bukti bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi telah mampu bergerak dan menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Di Desa Lengkong ini Koperasi Desa Merah Putih sudah mulai menjalankan kegiatan usahanya. Salah satunya melalui budidaya cabai merah varietas Tanjung dengan hasil yang sangat baik,” ujar KDS.
Ia mengungkapkan, budidaya cabai merah memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, satu hektare lahan cabai merah mampu menghasilkan nilai produksi hampir Rp500 juta per tahun.
Saat ini, lahan yang dikelola KDMP Lengkong baru mencapai sekitar 3.700 meter persegi. Padahal, tersedia potensi pengembangan hingga sekitar 10 hektare.
“Kalau satu hektare bisa menghasilkan hampir Rp500 juta per tahun, maka dengan potensi lahan sekitar 10 hektare, nilai produksinya dapat mencapai sekitar Rp5 miliar per tahun,” katanya.
Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, KDS menegaskan bahwa permodalan menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat. Pemerintah Kabupaten Bandung, kata dia, siap mendorong akses pembiayaan melalui berbagai skema yang tersedia.
Menurutnya, terdapat dua alternatif pembiayaan yang dapat dimanfaatkan koperasi, yakni melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Terkait permodalan, ada dua skema yang bisa dimanfaatkan. Pertama melalui LPDB yang akan kami usulkan, dan kedua melalui KUR dengan bunga yang relatif rendah sehingga dapat membantu koperasi mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Selain penguatan modal, KDS juga melihat peluang pasar yang terbuka lebar bagi hasil produksi cabai merah KDMP Lengkong. Menurutnya, koperasi dapat berperan tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai offtaker yang menjembatani hasil produksi petani dengan kebutuhan pasar.
Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan, lanjutnya, adalah memenuhi kebutuhan cabai untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya.
“KDMP Lengkong bisa menjadi produsen sekaligus offtaker. Pasarnya sudah tersedia sehingga hasil panen tidak perlu dipasarkan jauh-jauh. Salah satu peluangnya adalah memenuhi kebutuhan SPPG di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, KDS mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, sebanyak 125 desa di Kabupaten Bandung telah siap menjalankan kegiatan usaha melalui Koperasi Desa Merah Putih dan sebagian di antaranya sudah mulai beroperasi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa koperasi desa memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, terutama dalam memperkuat sektor pertanian, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi desa.
“Kami akan terus mendorong agar Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Bandung berkembang sesuai harapan.
Yang terpenting, koperasi mampu menciptakan usaha yang produktif, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat kemandirian desa,” tegasnya.
Panen raya cabai merah KDMP Lengkong menjadi salah satu contoh nyata implementasi usaha produktif koperasi desa. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, pengembangan usaha pertanian tersebut juga diharapkan mampu memperkuat pasokan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Red Tri






