Kapolres Kuningan melalui Kasatreskrim: “Senin Akan Kami Gelar Press Conference, Satu Sudah Kami Tahan, Lainnya Sedang Dalam Pengembangan”

KUNINGAN, Reportasejabar.com 21 Februari 2026 (GMOCT) – Pemberitaan terkait dugaan penyalahgunaan atribut Polri, pemalsuan Kartu Tanda Anggota (KTA) dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), penggunaan softgun, dokumen palsu berstempel pejabat negara yang mencatut nama Kapolri dan penipuan dengan menjanjikan masuk pegawai Pertamina yang telah viral di puluhan media online dan cetak yang tergabung dalam Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT). Kasus ini menjadi sorotan serius karena tidak hanya menyangkut dugaan tindak pidana, tetapi juga berpotensi merusak citra institusi Polri.

Tim liputan khusus GMOCT melalui Sekretaris Umum Asep NS menyampaikan hasil pemberitaan kepada Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si. Kapolres kemudian mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Kasatreskrim AKP Abdul Azis, S.H., C.PHR yang menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan press release resmi pada hari Senin mendatang.

“Rencana Senin besok kita realisasi kasus tersebut, sudah sampaikan untuk mengundang media. inisial M sudah kita tahan, yang lainnya sedang kita dalami bukti dan korban yang dirugikan. Mohon info dan dukungannya semoga berjalan dengan lancar, tidak bebas, ditahan. Inisial J dan yangainnya masih didalami ” ujar AKP Abdul Azis.

Selain dugaan penyalahgunaan atribut dan pemalsuan dokumen, aparat juga menemukan alat hisap narkotika jenis sabu serta plastik klip bekas yang diduga sebagai wadah penyimpanan narkotika pada dua orang berinisial M dan J. Temuan tersebut menguatkan dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat diamankan oleh anggota Intel Mob Polda Jabar, terdapat dua orang yang kemudian dibawa ke Polres Kuningan, yaitu inisial M dan inisial J.

Dari hasil penggeledahan di rumah inisial M, petugas menemukan senjata laras panjang, pistol, sejumlah dokumen palsu, serta stempel palsu yang diduga digunakan untuk memproduksi dokumen ilegal.
Sementara itu, inisial J saat diamankan kedapatan membawa pistol jenis softgun dan dokumen palsu yang melekat di badannya.

Masyarakat mempertanyakan proses penanganan terhadap inisial J yang disebut sempat kembali ke rumah. Sejumlah pihak menilai seharusnya dilakukan pengembangan lebih lanjut, khususnya terkait asal-usul pistol softgun yang ditemukan. Pertanyaan publik ini diharapkan dapat dijawab secara transparan dalam press conference resmi yang akan digelar.

Pemalsuan KTA AKP dinilai melanggar Pasal 391 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Selain itu, ditemukan pula sejumlah dokumen palsu dengan tanda tangan dan stempel pejabat dari tingkat bupati, gubernur hingga kementerian, yang mengindikasikan dugaan praktik pemalsuan yang terstruktur.

Ketua Umum GMOCT Agung Sulistio menegaskan bahwa kasus ini harus diusut secara profesional dan transparan hingga proses persidangan. “Harusnya dikembangkan karena dokumen palsu tanda tangan bupati, gubernur bahkan kementerian ada dan stempelnya,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., juga merespon positif pemberitaan GMOCT. Asep NS menambahkan bahwa meskipun GMOCT sering mengkritisi oknum Polri, namun tetap mendukung kinerja kepolisian yang berpihak kepada masyarakat.

GMOCT mengapresiasi respons cepat dari Polres Kuningan dan menunggu press release resmi yang akan disampaikan kepada publik secara terbuka.

Team/Red: (GMOCT) Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Editor: Sam

About Author

Related Posts

Asops Kasdam Jaya Tinjau Langsung Pengamanan Aksi Unjuk Rasa, Wujud Sinergitas TNI-Polri di Jakarta

Jakarta –Reportasejabar.com Sinergi dan soliditas antara Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya kembali ditunjukkan dalam pelaksanaan pengamanan aksi penyampaian pendapat yang dilakukan oleh mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM…

Read more

Continue reading
Kejaksaan, Kortastipidkor Polri, KPK, dan Ombudsman RI Didesak Usut Dugaan Mark Up Dana BOS di SMPN 2 Sindangagung Kuningan

KUNINGAN – Reportasejabar.com Dugaan mark up dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 2 Sindangagung, Kabupaten Kuningan, terus menjadi sorotan publik. Kasus yang mencuat melalui pemberitaan media SBI…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Wakapolri Hadir di Tengah Warga, Dorong Kesehatan Masyarakat Bogor

  • By admin
  • Juni 14, 2026
  • 5 views
Wakapolri Hadir di Tengah Warga, Dorong Kesehatan Masyarakat Bogor

Asops Kasdam Jaya Tinjau Langsung Pengamanan Aksi Unjuk Rasa, Wujud Sinergitas TNI-Polri di Jakarta

  • By admin
  • Juni 14, 2026
  • 10 views
Asops Kasdam Jaya Tinjau Langsung Pengamanan Aksi Unjuk Rasa, Wujud Sinergitas TNI-Polri di Jakarta

Kejaksaan, Kortastipidkor Polri, KPK, dan Ombudsman RI Didesak Usut Dugaan Mark Up Dana BOS di SMPN 2 Sindangagung Kuningan

  • By admin
  • Juni 14, 2026
  • 12 views
Kejaksaan, Kortastipidkor Polri, KPK, dan Ombudsman RI Didesak Usut Dugaan Mark Up Dana BOS di SMPN 2 Sindangagung Kuningan

Pangdam III/Slw Pimpin Upacara Hut Menwa Mahawarman yang Ke 67 Tahun 2026

  • By admin
  • Juni 14, 2026
  • 19 views
Pangdam III/Slw Pimpin Upacara Hut Menwa Mahawarman yang Ke 67 Tahun 2026

LPK-RI Desak Penegak Hukum Ungkap Dugaan Penyimpangan Dana BOS dan Lindungi Kebebasan Pers di Kuningan

  • By admin
  • Juni 14, 2026
  • 14 views
LPK-RI Desak Penegak Hukum Ungkap Dugaan Penyimpangan Dana BOS dan Lindungi Kebebasan Pers di Kuningan

Kapolda Jabar Ajak Personel Jaga Kebugaran Melalui Lari Bersama

  • By admin
  • Juni 13, 2026
  • 17 views
Kapolda Jabar Ajak Personel Jaga Kebugaran Melalui Lari Bersama