KABUPATEN BANDUNG, Reportasejabar.com -Pemerintah Kabupaten Bandung terus berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan dan sektor perikanan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Melalui optimalisasi sumber daya yang ada, seperti Balai Benih Ikan (BBI) di Ciparay dan program peternakan telur, Kabupaten Bandung berupaya menciptakan peluang ekonomi yang besar dan memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan untuk warganya.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna dalam sambutannya pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-45 dan Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-12 di Gedung Moh. Toha, Soreang pada Selasa (25/11/2025).
Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung, menekankan pentingnya memaksimalkan potensi BBI Ciparay yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Jika BBI ini bisa dimaksimalkan, kita bisa menghasilkan ratusan ton benih ikan dan ikan konsumsi, yang akan memberikan dampak besar terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Bandung. Pemerintah juga siap mendukung para pengusaha ikan untuk mengembangkan usaha mereka,” jelasnya.
Selain itu, Kang DS juga menyoroti rencana pengembangan usaha peternakan telur yang dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung dengan sasaran 1,25 juta jiwa, diperkirakan kebutuhan telur bisa mencapai hingga 200 ton per minggu. Peluang ini sangat besar, dan jika dimanfaatkan dengan baik, dapat memutar roda ekonomi lebih dari Rp 5,4 triliun di Kabupaten Bandung,” tambahnya.
Dari sisi sektor perikanan, Kang DS berharap para pelaku usaha ikan dapat semakin berkembang dan kreatif dalam mengolah produk perikanan.
“Saya pernah mencicipi sate ikan lele di Nagreg dan ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Bandung. Pemerintah akan terus mendukung inovasi dan pengembangan usaha perikanan, termasuk membuat jejaring agar pasokan ikan kita dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan di pasar lokal bahkan Jawa Barat,” katanya.
Kang DS juga menegaskan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan, sektor pertanian dan perikanan harus berkolaborasi dengan teknologi dan melibatkan petani milenial.
“Hari Pangan Sedunia bukan hanya sekadar seremonial, tetapi sebagai upaya untuk mendorong produktivitas yang akan menguntungkan semua pihak. Dengan perkembangan teknologi, saya optimistis Kabupaten Bandung dapat surplus pangan pada 2026,” pungkasnya.
(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo/sy)
Editor. Tri







