Gubernur Dedi Mulyadi Mengkritik program Manasik Haji Tingkat Sekolah Paud Dan Tk Alimudin Garbiz Tokoh Pendidikan Garut Merasa Geram

Garut. reportasejabar.com -Alimudin Garbiz salah satu tokoh Pendidik di Kabupaten Garut, Warga Jawa barat menilai bahwa,” Pidato Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi beberapa waktu lalu, yang berangapang program manasik haji bagi anak-anak usia dini hanya membebani orang tua dan seolah tidak memiliki urgensi, itu benar-benar menyentak hati saya,” tandasnya.

Pernyataan tersebut lanjut Alimudin, mengabaikan kerja keras para guru, lembaga pendidikan, serta organisasi seperti Himpaudi, IGTK, IGRA, dan Dinas Pendidikan yang telah bertahun-tahun mengembangkan program ini demi pendidikan anak-anak.

Alasan yang dikemukakan, yaitu bahwa program ini membebani orang tua, tentu patut dikritisi, padahal Manasik haji di sekolah hanya dilakukan setahun sekali sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembelajaran nilai-nilai Islam. Selain itu, tuduhan bahwa program ini hanya dijadikan lahan bisnis oleh para guru dan penyelenggara sangat tidak berdasar serta melukai perasaan para pendidik. Mereka yang menuduh seperti itu tampaknya belum pernah benar-benar terlibat dalam kegiatan ini di lapangan.

Faktanya, penyelenggaraan manasik haji memang memerlukan biaya, mulai dari pembuatan miniatur Ka’bah, transportasi, hingga penyewaan tempat yang layak. Jika memang dianggap memberatkan orang tua, pertanyaannya adalah : apakah Kang Gubernur itu siap mengalokasikan dana dari APBD Jawa Barat untuk membantu pembiayaan program ini ?

Sebagai Kepala Daerah, tugas Gubernur bukan hanya mengkritisi dan mengutak-atik program yang sudah berjalan baik, tetapi juga memberikan solusi kongkrit. Jika Kang Dedi merasa bahwa manasik haji membebani orang tua, seharusnya Dia berupaya meringankan beban tersebut, bukan malah menghapus programnya begitu saja.

Di sisi lain, kita juga perlu bertanya, berapa anggaran yang saat ini disediakan untuk kesejahteraan para guru PAUD di Provinsi Jawa Barat ? .. Apakah mereka sudah mendapatkan perhatian yang layak ?.. Faktanya, masih banyak guru PAUD yang menerima gaji sangat minim, bahkan ada yang hanya mendapat Rp.100.000 /per bulan atau bahkan tidak dibayar sama sekali. Jika Kang Gubernur Jabar benar-benar peduli terhadap pendidikan, seharusnya alokasi anggaran untuk mereka menjadi prioritas, bukan malah mencabut program-program yang sudah berjalan dengan baik.

Lebih jauh lagi, kebijakan Pemimpin Daerah harus adil dan seimbang. Jika Kang Dedi ingin mengadakan berbagai acara budaya dan pesta rakyat, maka program pendidikan religius seperti manasik haji juga seharusnya tetap didukung. Pendidikan agama merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda. Jangan sampai program yang memiliki nilai pendidikan dan moral yang tinggi justru diberangus atas nama efisiensi atau alasan lain yang kurang berdasar.

Sebagai masyarakat Jawa Barat, kami menunggu tindakan nyata dari Kang Gubernur Jabar, bukan hanya kritik terhadap program yang sudah berjalan baik. Jika benar-benar ingin membantu dunia pendidikan, maka alokasikanlah anggaran yang cukup bagi para guru dan dukung program-program yang telah terbukti memberikan manfaat bagi anak-anak kita. Kesejahteraan guru dan pendidikan karakter anak-anak adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan,” pungkasnya.

Di lain pihak seorang Pemerhati Pendidikan Islam di Garut selatan Ust. Ambas mengatakan bahwa,” Pernyataan Gubernur Tiktok Dedi Mulyadi itu merupakan prilaku hanya ingin cari perhatian dari kalangan Praktisi Pendidik Islam di Jawa Barat sehingga memancing untuk konplik internal di kalangan umat Islam itu sendiri,” ungkapnya.
Red.DEUDEU

About Author

  • Related Posts

    Hibah ke Instansi Vertikal Pemprov Jabar 2026 Meroket di Tengah Luka Ekonomi Rakyat

    Bandung Reportasejabar.com Pemerintah Provinsi Jawa Barat memicu kontroversi besar setelah dokumen anggaran mengungkap lonjakan fantastis dana hibah untuk instansi vertikal pada tahun 2026. Di tengah tuntutan efisiensi anggaran daerah, Pemprov…

    Read more

    Continue reading

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Pemkab Bandung Matangkan Persiapan Pilkades PAW, Tekankan Transparansi dan Kondusivitas

    • By admin
    • Maret 30, 2026
    • 4 views
    Pemkab Bandung Matangkan Persiapan Pilkades PAW, Tekankan Transparansi dan Kondusivitas

    Bupati Bandung: 120 PSU Perumahan Telah Diserahterimakan di Periode Pertama

    • By admin
    • Maret 30, 2026
    • 8 views
    Bupati Bandung: 120 PSU Perumahan Telah Diserahterimakan di Periode Pertama

    ‎‎Polisi Berlakukan Oneway Sepenggal KM 263 hingga KM 70 saat Arus Balik

    • By admin
    • Maret 29, 2026
    • 20 views
    ‎‎Polisi Berlakukan Oneway Sepenggal KM 263 hingga KM 70 saat Arus Balik

    PETI Kab.50 Kota Masih Beroperasi, Sorotan Publik Nilai Penegakan Hukum Hanya Formalitas

    • By admin
    • Maret 28, 2026
    • 22 views
    PETI Kab.50 Kota Masih Beroperasi, Sorotan Publik Nilai Penegakan Hukum Hanya Formalitas

    Ali Syakieb Buka Kejuaraan ORADO 2026, Dorong Domino Naik Kelas

    • By admin
    • Maret 28, 2026
    • 18 views
    Ali Syakieb Buka Kejuaraan ORADO 2026, Dorong Domino Naik Kelas

    GMOCT Silaturahmi Strategis di Polres Pekalongan, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian untuk Stabilitas Publik

    • By admin
    • Maret 28, 2026
    • 18 views
    GMOCT Silaturahmi Strategis di Polres Pekalongan, Perkuat Sinergi Pers dan Kepolisian untuk Stabilitas Publik