Reportasejabar.com – Purwakarta, Guna mencetak tenaga ahli yang siap terjun ke industri geospasial, Program Studi Teknik Geomatika Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) menggelar praktikum lapangan Survei Hidrografi di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengasah kompetensi praktis mahasiswa dalam memetakan dan mengukur wilayah perairan secara langsung.
Integrasi Teknologi Akustik dan Satelit
Praktikum yang dibimbing langsung oleh dosen Teknik Geomatika UNJANI, Wina Alvina Gunawan, S.T., M.T., ini menitikberatkan pada dua keahlian utama:
- Pemeruman (Bathymetry): Mengukur kedalaman bawah air menggunakan perangkat Single Beam Echosounder (SBES). Alat ini memanfaatkan gelombang akustik yang diintegrasikan dengan sistem satelit GNSS (Global Navigation Satellite System) untuk menghasilkan data koordinat posisi dan kedalaman secara real-time.
- Survei Topografi: Memetakan area daratan di sepanjang tepian waduk untuk mendapatkan data elevasi dan detail situasi lingkungan sekitar.
Sebelum menyusuri perairan Waduk Jatiluhur, para mahasiswa terlebih dahulu melakukan kalibrasi dan pengecekan sistem secara ketat guna memastikan akurasi data yang diambil.

Simulasi Kerja Profesional
Untuk menyimulasikan dunia kerja yang sebenarnya, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja dengan pembagian peran yang spesifik:
- Operator Peralatan: Bertanggung jawab atas jalannya instrumen teknis di atas kapal.
- Navigator & Pengamat Posisi: Memastikan jalur pemeruman sesuai dengan rencana survei.
- Data Logger & QC: Mencatat data serta mengendalikan kualitas hasil pengukuran langsung di lapangan.
“Tahapan ini penting agar mahasiswa tidak hanya tahu teori, tetapi juga paham dinamika lapangan mulai dari persiapan, akuisisi data, hingga evaluasi hasil,” ujar Wina Alvina di sela-sela kegiatan.
Menjembatani Teori Kelas dan Kebutuhan Industri
Kaprodi Teknik Geomatika UNJANI, Kol. (Purn) Dr. Ir. Sukanto Hadi, M.T., menegaskan bahwa turun langsung ke lapangan seperti di Waduk Jatiluhur merupakan instrumen penting dalam kurikulum hidro-oseanografi.
“Praktikum lapangan adalah sarana krusial untuk menghubungkan teori kelas dengan realita di industri. Melalui pemetaan batimetri dan pengelolaan data geospasial ini, mahasiswa diharapkan menguasai kompetensi inti yang menjadi modal utama lulusan Teknik Geomatika,” papar Sukanto.
Selain mempertajam kemampuan teknis (hard skills), kegiatan di bentang perairan buatan terbesar di Indonesia ini juga dirancang untuk melatih aspek soft skills mahasiswa, mulai dari komunikasi taktis, kerja sama tim di bawah tekanan, hingga pemecahan masalah (problem solving) secara cepat di lapangan. (Dh.L/Red.***)






