Reportasejabar.com – Bandung, Kepala Program Studi S1 Teknik Geomatika Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Kolonel (Purn.) Dr. Ir. Sukanto Hadi, M.T., menghadiri kegiatan diskusi ilmiah bertajuk “Aspects and Concepts of Human Geodesy” yang diselenggarakan Program Pascasarjana Teknik Geodesi dan Geomatika, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 8 Gedung CRIMSE Kampus ITB Ganesha, Bandung, menghadirkan Prof. Dr. Walter Timo de Vries dari Departemen Land Management, Technical University of Munich, sebagai narasumber utama.
Diskusi ilmiah tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi akademik lintas disiplin sekaligus memperluas wawasan keilmuan mahasiswa, peneliti, dan tenaga pengajar di bidang geodesi, geomatika, pengelolaan pertanahan, serta perencanaan wilayah.
Dalam paparannya, Prof. Walter Timo de Vries mengulas berbagai aspek dan konsep Human Geodesy, sebuah pendekatan interdisipliner yang menghubungkan ilmu pengukuran bumi dengan perilaku manusia, mobilitas, serta interaksi keruangan dalam kehidupan masyarakat.
Kolonel (Purn.) Dr. Ir. Sukanto Hadi, M.T., menjelaskan bahwa Human Geodesy merupakan cabang ilmu yang mengintegrasikan teknologi geodesi modern dengan dimensi sosial dan budaya masyarakat.
“Geodesi manusia adalah cabang interdisipliner yang menggabungkan ilmu pengukuran bumi atau geodesi dengan perilaku manusia, mobilitas, dan interaksi keruangan. Ilmu ini mengkaji bagaimana manusia berdampak pada perubahan fisik permukaan bumi serta bagaimana ruang geografis memengaruhi aktivitas sosial, ekonomi, dan politik,” ujar Sukanto Hadi.
Menurutnya, konsep tersebut memiliki relevansi tinggi bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan karakteristik wilayah yang kompleks.
“Dalam konteks Indonesia sebagai negara kepulauan, geodesi manusia menjadi jembatan antara dimensi fisik bumi dan dinamika sosial masyarakat. Pendekatan ini mengintegrasikan teknologi geodesi presisi seperti pemetaan satelit, GNSS, dan drone dengan aspek antropologis, budaya, serta kebutuhan spesifik lokal,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Program Studi Magister Teknik Geodesi ITB, Dr. Irwan Gumelar, S.T., M.T., dosen Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, dosen Teknik Geomatika Unjani Aning Haryati, M.T., serta mahasiswa Program Magister dan Doktor Teknik Geodesi dan Geomatika ITB.
Rangkaian acara meliputi pembukaan, kuliah umum oleh Prof. Walter Timo de Vries, sesi diskusi dan tanya jawab, serta penutupan. Forum ilmiah tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dalam mengembangkan ilmu geodesi yang lebih responsif terhadap tantangan sosial dan pembangunan wilayah di masa depan.
Keikutsertaan Program Studi Teknik Geomatika Unjani dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi untuk terus memperkuat jejaring akademik internasional serta mengikuti perkembangan ilmu geospasial yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
(Dh.L./Red.***)






