Lestarikan Budaya Sunda, KDS Tantang Kadisbud Gelar Festival Seni 3 Episode

KABUPATEN BANDUNG – Reportasejabar.com Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya Sunda melalui pendidikan, pengembangan ekosistem kebudayaan, serta kolaborasi dengan komunitas seni dan budaya. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menghadiri Pagelaran Seni Budaya Sunda se-Jawa Barat yang diselenggarakan Paguyuban Seniman dan Seniwati Pasundan (PSSP) di Kabupaten Bandung.

Bupati yang akrab disapa KDS itu menyampaikan apresiasi atas konsistensi PSSP dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Sunda di tengah arus modernisasi.

“Jawa Barat memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa. Setiap kabupaten dan kota memiliki karakteristik budaya masing-masing. Salah satunya Kabupaten Bandung yang memiliki kesenian wayang golek sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan,” ujar KDS.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pertunjukan seni, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung mewajibkan Bahasa dan Budaya Sunda sebagai muatan lokal di jenjang SD dan SMP.

“Di Kabupaten Bandung, Bahasa dan Budaya Sunda menjadi muatan lokal yang wajib dipahami peserta didik. Ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” katanya.

KDS juga mengajak PSSP untuk berkolaborasi dengan dunia pendidikan dalam memperluas edukasi budaya kepada para pelajar. Dengan sekitar 1.600 sekolah yang ada di Kabupaten Bandung, ia melihat peluang besar untuk memperkuat pengenalan bahasa, sastra, dan seni budaya Sunda kepada generasi penerus.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kebudayaan, Pemkab Bandung telah menghadirkan Dinas Kebudayaan yang berdiri secara mandiri. Ke depan, pemerintah daerah juga akan memperluas ruang ekspresi bagi para pelaku seni melalui penyelenggaraan festival budaya yang lebih masif.

“Saya menantang Kepala Dinas Kebudayaan untuk membuat program yang lebih masif. Insyaallah setelah semester kedua dan APBD Perubahan 2026, kita akan melaksanakan Festival Seni dan Budaya dalam tiga episode, yakni pada Agustus, Oktober, dan akhir tahun 2026,” tegasnya.

Festival tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para seniman dan seniwati untuk menampilkan karya terbaiknya sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan di Kabupaten Bandung dan Jawa Barat.

Selain itu, KDS mengungkapkan bahwa Pemkab Bandung tengah menyiapkan sinergi antara sektor kebudayaan dan pariwisata untuk meningkatkan daya tarik daerah sekaligus memperluas ruang tumbuh bagi seni budaya Sunda.

“Kita ingin budaya Sunda tetap eksis. Karena itu ke depan akan ada kolaborasi antara sektor pariwisata dan kebudayaan sehingga potensi seni budaya dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya kaderisasi sebagai langkah strategis menjaga keberlangsungan seni dan budaya Sunda di masa depan. Menurutnya, generasi muda harus diberikan ruang dan kesempatan untuk belajar, berkarya, serta melanjutkan estafet pelestarian budaya.

“Generasi muda harus dipersiapkan. Harus ada kaderisasi dan pewarisan nilai-nilai budaya secara berkelanjutan agar seni budaya Sunda tetap hidup dan berkembang,” katanya.

KDS juga mengajak seluruh seniman dan seniwati untuk turut menanamkan nilai-nilai budaya Sunda melalui kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya titip kepada seluruh seniman dan seniwati, kalau kita sayang dengan budaya Sunda, kalau kita mau melestarikan budaya Sunda, maka jangan lupa bersih-bersih di lingkungan masing-masing. Dengan lingkungan yang bersih kita akan sehat, dan dengan tubuh yang sehat kita akan lebih berkualitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan masyarakat, pelestarian budaya Sunda diharapkan terus berkembang sebagai bagian penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung yang BEDAS menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber: Humas Pemkab Bandung – Diskominfo

Editor: Ts

About Author

Related Posts

Pemkab Bandung Perkuat SPIP untuk Mitigasi Risiko dan Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel

KABUPATEN BANDUNG – Reportasejabar.com Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan (SPIP) sebagai langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan bebas dari korupsi.…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Perkuat Sinergi Penanganan Sampah dan Pemulihan Das Citarum Satgas Citarum Paparkan Laporan Triwulan

  • By admin
  • Juni 2, 2026
  • 17 views
Perkuat Sinergi Penanganan Sampah dan Pemulihan Das Citarum Satgas Citarum Paparkan Laporan Triwulan

Pangdam III/Slw Hadiri Acara Lepas Sambut Kepala Kejati Jabar

  • By admin
  • Juni 2, 2026
  • 15 views
Pangdam III/Slw Hadiri Acara Lepas Sambut Kepala Kejati Jabar

Dekranasda Kabupaten Bandung Matangkan Persiapan HUT Dekranas ke-46 dan Pameran PKJB 2026

  • By admin
  • Juni 2, 2026
  • 17 views
Dekranasda Kabupaten Bandung Matangkan Persiapan HUT Dekranas ke-46 dan Pameran PKJB 2026

Pemkab Bandung Perkuat SPIP untuk Mitigasi Risiko dan Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel

  • By admin
  • Juni 2, 2026
  • 13 views
Pemkab Bandung Perkuat SPIP untuk Mitigasi Risiko dan Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel

KDS Tegaskan Komitmen Penanganan Banjir Tegalluar, Perusahaan Wajib Penuhi Lahan Retensi

  • By admin
  • Juni 2, 2026
  • 14 views
KDS Tegaskan Komitmen Penanganan Banjir Tegalluar, Perusahaan Wajib Penuhi Lahan Retensi

Lestarikan Budaya Sunda, KDS Tantang Kadisbud Gelar Festival Seni 3 Episode

  • By admin
  • Juni 2, 2026
  • 16 views
Lestarikan Budaya Sunda, KDS Tantang Kadisbud Gelar Festival Seni 3 Episode