Satgas Citarum Harum Bersama PHRI Jawa Barat Dorong Kemandirian Pengelolaan Sampah Sektor Perhotelan dan Restoran

Jawa Barat — Reportasejabar.com Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia, Jawa Barat kini dihadapkan pada tantangan lingkungan yang semakin kompleks, khususnya dalam pengelolaan sampah. Bagi sektor perhotelan dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, persoalan sampah tidak lagi sekadar isu kebersihan, tetapi telah menjadi indikator penting profesionalisme serta keberlanjutan usaha.

Upaya mewujudkan kemandirian dalam pengelolaan sampah menjadi langkah strategis untuk menjaga daya tarik pariwisata sekaligus melestarikan ekologi Tatar Sunda.

Pada Selasa, 14 April 2026, kegiatan sosialisasi terkait pengelolaan sampah mandiri ini dilaksanakan oleh PHRI Jawa Barat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dansatgas, didampingi Aster Kasdam III/Siliwangi, serta para Dansektor 3, 5, 8, dan 9.
Selain itu, hadir pula sekitar 70 anggota PHRI serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) provinsi dan kabupaten/kota.
Reorientasi Paradigma Pengelolaan Sampah
Kemandirian sampah dimulai dari perubahan pola pikir, yaitu dari sistem linear “ambil–pakai–buang” menuju pendekatan ekonomi sirkular yang berkelanjutan. Selama ini, banyak pelaku usaha masih bergantung pada tempat pembuangan akhir seperti TPA Sarimukti yang kini mengalami kelebihan kapasitas.

Melalui pendekatan baru ini, setiap hotel dan restoran diharapkan mampu mengelola sampahnya secara mandiri hingga 70–80 persen sebelum sisanya dibuang ke TPA.
Strategi Pengelolaan di Hulu dan Hilir
Untuk mencapai target tersebut, terdapat tiga pilar utama yang harus diterapkan:

  1. Reduksi Sampah Makanan (Food Waste)
    Sampah makanan menjadi kontributor terbesar di sektor restoran. Oleh karena itu, diperlukan manajemen yang lebih efektif melalui perencanaan menu yang presisi, sistem inventaris yang ketat, serta program donasi makanan layak konsumsi.
  2. Pemilahan Sampah Sejak Sumber
    Hotel dan restoran didorong untuk menerapkan pemisahan sampah organik, anorganik, dan B3 secara disiplin. Edukasi kepada tamu juga menjadi bagian penting, misalnya melalui pemasangan informasi atau signage di area publik.
  3. Pemanfaatan Teknologi Pengolahan
    Sampah organik dapat diolah menggunakan biodigester untuk menghasilkan biogas atau melalui budidaya maggot (Black Soldier Fly).
    Sampah anorganik dapat dikelola melalui kemitraan dengan bank sampah maupun industri daur ulang agar kembali masuk ke rantai produksi.

Sinergi dan Kolaborasi Antarwilayah
Kemandirian sampah tidak berarti berjalan sendiri. PHRI Jawa Barat diharapkan mampu menjadi penggerak kolaborasi antar pelaku usaha. Salah satu konsep yang didorong adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu di kawasan wisata tertentu.
Selain itu, sinergi dengan program pemerintah seperti Citarum Harum juga menjadi bagian penting. Pengelolaan limbah yang baik dari sektor perhotelan akan berkontribusi langsung dalam mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya di aliran sungai.

Manfaat Ekonomi dan Peningkatan Citra
Penerapan kemandirian sampah memberikan berbagai keuntungan bagi pelaku usaha, antara lain:

Efisiensi biaya, melalui pengurangan biaya pengangkutan sampah
Potensi pendapatan tambahan, dari hasil daur ulang atau produk turunan seperti pupuk organik
Peningkatan daya saing, melalui konsep green tourism yang semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara
Sertifikasi hotel ramah lingkungan atau “green hotel” pun menjadi nilai tambah yang signifikan dalam industri pariwisata global.

Keberlanjutan Program
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB ini menjadi langkah awal dalam implementasi program kemandirian sampah di sektor perhotelan dan restoran Jawa Barat. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, termasuk sosialisasi langsung ke hotel-hotel dan lingkungan sekitarnya.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan seluruh anggota PHRI Jawa Barat dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah mandiri, sekaligus berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sektor pariwisata di Jawa Barat.

Red.

About Author

Related Posts

TNI AD Resmi Membuka Penerimaan Bintara Khusus Penerangan Tahun Anggaran 2026.

REPORTASEJABAR.COM -Dalam pengumuman itu, masyarakat yang berminat diminta segera melakukan pendaftaran sebelum batas waktu yang telah ditentukan. . Adapun batas pendaftaran online ditetapkan hingga 20 April 2026. Sementara itu, proses…

Read more

Continue reading
Polisi Gencar Berantas Pengedar Obat-Obatan Terlarang

REPORTASEJABAR.COM Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Upaya pemberantasan peredaran obat- obatan terlarang terus digencarkan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Majalengka. Kali ini, Kepala…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Perkuat Sarana dan Prasarana, Kajati Jabar Resmikan Gedung Serbaguna Mandala Adhyaksa Kejari Kota Bekasi

  • By admin
  • April 14, 2026
  • 10 views
Perkuat Sarana dan Prasarana, Kajati Jabar Resmikan Gedung Serbaguna Mandala Adhyaksa Kejari Kota Bekasi

TNI AD Resmi Membuka Penerimaan Bintara Khusus Penerangan Tahun Anggaran 2026.

  • By admin
  • April 14, 2026
  • 11 views
TNI AD Resmi Membuka Penerimaan Bintara Khusus Penerangan Tahun Anggaran 2026.

Satgas Citarum Harum Bersama PHRI Jawa Barat Dorong Kemandirian Pengelolaan Sampah Sektor Perhotelan dan Restoran

  • By admin
  • April 14, 2026
  • 14 views
Satgas Citarum Harum Bersama PHRI Jawa Barat Dorong Kemandirian Pengelolaan Sampah Sektor Perhotelan dan Restoran

Polisi Gencar Berantas Pengedar Obat-Obatan Terlarang

  • By admin
  • April 14, 2026
  • 13 views
Polisi Gencar Berantas Pengedar Obat-Obatan Terlarang

Perkuat Sarana dan Prasarana, Kajati Jabar Resmikan Gedung Serbaguna Mandala Adhyaksa Kejari Kota Bekasi

  • By admin
  • April 14, 2026
  • 17 views
Perkuat Sarana dan Prasarana, Kajati Jabar Resmikan Gedung Serbaguna Mandala Adhyaksa Kejari Kota Bekasi

Tata Kelola Buruk Picu Pungli di Sayang Heulang, LASKAR PRABOWO 08: Regulasi Jelas tapi Implementasi Amburadul

  • By admin
  • April 14, 2026
  • 10 views
Tata Kelola Buruk Picu Pungli di Sayang Heulang, LASKAR PRABOWO 08: Regulasi Jelas tapi Implementasi Amburadul