KAB. BANDUNG- Reportasejabar.com Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) Tahun 2026 ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para kepala desa.
“Karena dengan desa membangun sama dengan membangun Indonesia. Mengingat peradaban ada di desa,” kata Bupati Dadang Supriatna saat menghadiri peringatan Hardesnas Tahun 2026 di Lapangan Desa Banjarsari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Jumat (23/1/2026).
Pada hari yang sama dilaksanakan peringatan Hardesnas tahun 2026, kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, juga turut dilaksanakan kegiatan program Bunga Desa atau Bupati Ngamumule Desa.
“Kegiatan Bunga Desa ini untuk menampung aspirasi masyarakat di Desa Banjarsari Kecamatan Pangalengan dan sekitarnya,” ujar Kang DS.
Bupati Kang DS mengatakan melalui pelaksanaan Bunga Desa untuk dijadikan bahan evaluasi dan persiapan program yang akan datang.
“Bunga Desa ini menampilkan beberapa kegiatan gelar budaya lokal yang ada di Kecamatan Pangalengan dan sekitarnya. Juga ada pagelaran wayang golek nanti malam, ditutup dengan kegiatan saya tidur di rumah warga kategori desil satu dan besoknya langsung melaksanakan bedah rumah,” tuturnya.
Sekaligus, lanjut Kang DS, pada hari Sabtu (24/1/2026) pagi melaksanakan senam pagi dan selesai kegiatan tersebut.
“Bunga Desa ini sengaja kita agendakan. Dalam rangka sapa warga, dalam rangka mencari situasi dan kondisi apa yang harus dilakukan di masing-masing desa. Memang pada dasarnya sudah dilakukan musrembang di tingkat desa, tetapi ada yang sifatnya krusial dan urgen yang harus segera kita selesaikan,” tuturnya.
Di Kecamatan Pangalengan, Kang DS menyebutkan salah satu daerah yang rawan banjir bandang. Maka diharuskan bagi para kepala desa itu melaksanakan “Sapoci Kades” atau Sepasang Pohon Cinta Kepala Desa sebagai gerakan penghijauan yang dimotori oleh para kepala desa bersama istri dengan menanam sepasang pohon baik di lingkungan kantor maupun rumah masing-masing secara serempak.
“Setiap kades bersama pasangan istri atau suaminya menanam pohon sepasang, bukan hanya di tanam di Kecamatan Pangalengan saja, tapi di seluruh wilayah desa se-Kabupaten Bandung untuk melaksanakan Sapoci Kades atau Sepasang Pohon Cinta Kepala Desa. Sapoci Kades ini mohon diikuti oleh semua perangkat desa,” harapnya.
Lebih lanjut Kang DS mengatakan dengan sudah berdirinya KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) di 270 desa se-Kabupaten Bandung untuk bisa mensuplai SPPG-SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang ada di wilayah kecamatan masing-masing.
“Insya Allah di Kabupaten Bandung kurang lebih sekitar 400 SPPG yang akan berdiri dan akan melayani untuk warga masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.
Menurutnya, sementara data yang sudah ditampung dari 375 SPPG yang aktif atau sudah dibangun, yang sudah operasional sekitar 280 SPPG.
“Program ini sangat luar biasa. Kenapa? Pak Presiden mengharapkan dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini untuk memberikan makanan gizi atau asupan makanan kepada siswa dan siswi terutama TK, SD, SMP, para santri/santriwati, ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang diberikan setiap harinya melalui program MBG,” tuturnya.
Melalui program MBG ini, kata Kang DS, akan terjadi sirkular ekonomi. Maka, ia menginstruksikan kepada para kepala desa, KDMP-nya mohon diurus dan diaktifkan. Sehingga para petani dan pengusaha lokal di desa masing-masing.
“Ini otomatis jadi anggota KDMP dan sebagai offtaker dari seluruh hasil pertanian dan sebagai suplai ke dapur MBG yang ada di masing-masing kecamatan,” ungkapnya.**







