Bekasi Reportasejabar.com
Musyawarah Cabang (Muscab) Perempuan Bangsa Kota Bekasi yang digelar di Kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, Jumat (30/10/2026).
Muscab Dibuka Langsung Ketua Dpw Perempuan Bangsa Jawa Barat Hj.Yuningsih M.M,.
Dalam Sambutannya Hj.Yuningsih Menyampaikan “Perempuan Bangsa Harus Berjuang Dan Membesarkan Pkb.
Selain Itu perempuan juga harus benar-benar berperan aktif di masyarakat dalam menanggulangi isu- isu yang sedang terjadi saat ini”.Ungkapnya
Kegiatan diteruskan dengan pembacaan sidang pleno yang dipimpin langsung oleh ketua tim Strukturisasi Perempuan Bangsa Jawa Barat Heni Handini.
Evi Fauziah Ketua terpilih periode 2026-2031 dipercaya melanjutkan kepemimpinan organisasi perempuan Bangsa menggantikan Ketua Sebelumnya Cicih Sutiarsih.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran perempuan dalam kehidupan sosial dan politik, khususnya di Kota Bekasi.
Ketua Perempuan Bangsa Kota Bekasi terpilih Evi”menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah atas terselenggaranya Musyawarah Cabang ( Muscab) yang berlangsung dengan sukses. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi perempuan Banhsa Kota Bekasi ini semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kaum perempuan.
Menurutnya, salah satu agenda penting kepengurusan ke depan adalah memperkuat struktur organisasi, terutama di sejumlah kecamatan yang belum memiliki kepengurusan DPAC.Ujar Evi
Ia menyebut wilayah Jatiasih, Pondokgede, dan Pondok Melati menjadi beberapa wilayah yang perlu mendapatkan perhatian dalam proses pembentukan kepengurusan.
Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi kepengurusan baru agar konsolidasi organisasi dapat berjalan lebih merata hingga tingkat kecamatan.
Evi juga mengungkapkan adanya arahan dari jajaran DPW Perempuan Bangsa Jawa Barat agar kepengurusan periode mendatang lebih aktif, progresif dalam menjalankan kaderisasi, serta responsif terhadap persoalan dan kebutuhan perempuan.

“Kami berharap kepengurusan periode ini dapat terus berjalan aktif, menciptakan gerakan kaderisasi yang lebih progresif, serta lebih responsif terhadap kaum perempuan, khususnya di Kota Bekasi,” Pungkasnya.
Muscab tersebut dihadiri jajaran pengurus Perempuan Bangsa se-Kota Bekasi, perwakilan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) dari sejumlah kecamatan, serta perwakilan DPW Perempuan Bangsa Jawa Barat.
Sementara itu, Pembina Perempuan Bangsa Kota Bekasi, Tia” menegaskan bahwa organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam menyiapkan kader perempuan potensial untuk berkiprah di dunia politik melalui PKB.
Menurutnya, penguatan kaderisasi menjadi langkah penting dalam mempersiapkan keterwakilan perempuan menghadapi Pemilu 2029, termasuk memenuhi ketentuan minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif.Ungkap Tia
“Perempuan Bangsa merupakan organisasi perempuan di bawah naungan PKB. Harapan kami, Perempuan Bangsa Kota Bekasi bisa melahirkan perempuan-perempuan hebat yang nantinya mampu ikut berkontestasi pada Pemilu 2029,” tutur Tia.
Ia juga berharap kader perempuan tidak hanya menjadi bagian dari struktur organisasi, tetapi mampu tampil sebagai calon pemimpin dan wakil rakyat yang memiliki kapasitas serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Tia mengungkapkan harapannya agar dari target perolehan tujuh kursi yang diperjuangkan PKB di Kota Bekasi, setidaknya satu hingga dua kursi dapat diraih oleh kader perempuan.
“Harapannya, dari tujuh kursi tersebut, minimal satu atau dua kursi bisa diisi oleh kaum perempuan, khususnya kader Perempuan Bangsa,” Papar Tia
Melalui kepemimpinan baru Evi, Perempuan Bangsa Kota Bekasi diharapkan semakin solid dalam membangun organisasi, memperluas jaringan kepengurusan, serta mencetak kader perempuan yang berkualitas.
Konsolidasi organisasi dan penguatan kaderisasi tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi Perempuan Bangsa dalam mendorong peningkatan partisipasi perempuan sekaligus mempersiapkan kader-kader potensial menghadapi kontestasi politik 2029.
Red.Deudeu

























