Reportasejabar.com – Cimahi – Bandung| Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menggelar kegiatan kuliah umum dan workshop geospasial pada Rabu, 7 Oktober 2026. Acara yang berlangsung secara hibrida di Gedung Fakultas Teknik Unjani dan platform Zoom ini menghadirkan kolaborasi akademisi serta praktisi industri untuk memperkuat wawasan dan keterampilan teknis mahasiswa.
Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Een Taryana, ST.,MT.,CMSE, membuka kegiatan kuliah umum dan workshop geospasial ini kemudian dilanjutkan dengan penandatangan Nota Kesepahaman antara UNJANI dan PT.Alsentra Prima Geosystem.
Ketua Program Studi Teknik Geomatika Unjani, Kol. (Purn) Dr. Ir. Sukanto Hadi, M.T., menjadi pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia membawakan materi bertajuk “GeoInt (Geospasial Intelijen) dalam Perspektif Hankamneg”. Sukanto menekankan pentingnya pemanfaatan data geospasial presisi tinggi dalam mendukung strategi pertahanan dan keamanan nasional di era modern.
“Intelijen Geospasial adalah bidang kegiatan pengolahan dan analisa gambaran nyata sebagian atau seluruh permukaan bumi secara georeferensi yang diperoleh melalui cara pencitraan, digunakan sebagai bahan intelijen dalam mendukung pengambilan keputusan,” ungkap Kol. (Purn) Dr. Ir. Sukanto Hadi, M.T. dalam pemaparan materinya.
Ia menambahkan bahwa konsep pertahanan negara sangat erat kaitannya dengan lingkungan alam dan teknologi. “Konsep Pertahanan dan Keamanan suatu negara sangat berkaitan dengan budaya bangsa dan lingkungan alamnya. Penggunaan teknologi, baik tradisional maupun modern, dalam Sistem Pertahanan dan Keamanan merupakan pendukung untuk peningkatan kualitas sistem. Konsep Perang Rakyat Semesta dan kemanunggalan rakyat dengan TNI-POLRI yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan dan keamanan dapat dikembangkan dengan dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi & Geoint,” terangnya.
Lebih lanjut, Sukanto menjelaskan pentingnya integrasi teknologi geospasial dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI. “Pemanfaatan teknik dan teknologi geospasial (terestris, airborne & spaceborne) berbasis teknologi informasi bermuara pada GeoInt menjadi sarana mutlak dalam membangun ruang, alat, dan kondisi juang (RAK Juang) yang tangguh dalam upaya menjaga tetap tegaknya kedaulatan bangsa (NKRI),” tegasnya.

Menurutnya, pengembangan kemampuan berpikirlah yang menjadi kunci utama di semua tingkatan kepemimpinan. “Perlu dibangun dan ditumbuhkembangkan kemampuan berpikir dan berpengetahuan intelijen geospasial di semua level kepemimpinan. Teknologi intelijen geospasial dapat melakukan perekaman secara sistematik, menganalisis, memodelkan dalam sistem dinamis serta dapat digunakan untuk proses pengambilan keputusan dan penentuan suatu kebijakan. Dengan kemampuan analisis multi-level, teknologi ini dapat digunakan sebagai alat strategis dalam mengelola aset negara sekaligus mendukung tata kelola NKRI sebagai satu kesatuan wilayah yang berdaulat, dalam rangka tetap menjaga tegaknya NKRI untuk menjaga Pertahanan dan Keamanan Negara,” pungkasnya.
Selain penguatan wawasan teoritis, peserta dibekali praktik pemetaan teknologi terkini melalui kerja sama dengan PT Alsentra Prima Geosystems. Gilang Rizky Ramadan dari PT Alsentra Prima Geosystems hadir sebagai narasumber kedua untuk membagikan pengalaman industri serta mengawasi sesi praktik langsung.
Rangkaian kegiatan diawali sejak pukul 08.00 WIB dengan demonstrasi alat pemindaian tiga dimensi (3D laser scanning), yakni RTC 360 dan BLK2GO. Peserta diajak memahami operasionalisasi instrumen pemetaan modern sebelum dilanjutkan dengan sesi pemrosesan data menggunakan perangkat lunak Cyclone dan 3DR hingga siang hari.
Setelah jeda istirahat, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari para narasumber serta diskusi interaktif (Q&A) bersama seluruh peserta, baik yang hadir di lokasi maupun melalui kanal daring.

Melalui kegiatan kuliah umum dan workshop geospasial pada Rabu, 7 Oktober 2026 ini, diharapkan terjadi sinergi antara wawasan intelijen geospasial dan penguasaan teknologi terapan, sehingga lulusan Teknik Geomatika Unjani siap menjawab tantangan kebutuhan industri serta memberikan kontribusi nyata bagi pertahanan negara. (Dh.El./Red.***)

























