BANDUNG Reportasejabar.com Keluarga korban menyampaikan tuntutan tegas kepada Dinas Pendidikan Kota Bandung agar turun langsung menangani permasalahan yang terjadi di salah satu SMP di Kota Bandung. Pernyataan ini disampaikan dalam audiensi yang dihadiri langsung oleh pihak Disdik Kota Bandung beserta pimpinan sekolah yang bersangkutan.
Mewakili keluarga, paman korban menegaskan bahwa sejauh ini pihak keluarga masih mendampingi penanganan kasus secara mandiri. Dalam pertemuan tersebut, keluarga menyoroti adanya indikasi kelalaian pengawasan dari pihak sekolah.
“Jelas di sini terlihat kelalaian yang bersumber dari sekolah. Persoalan ini bukan hanya menimpa anak saya sendiri, ternyata sudah terjadi berulang kali — baik perbuatan asusila maupun penyebaran konten yang merugikan. Konten tersebut bisa menyebar dengan begitu mudah dan cepat, itu membuktikan pengawasan dari tenaga pengajar kurang berjalan baik,” ucapnya.
Keluarga meminta agar Disdik Kota Bandung memberikan sanksi atau teguran tegas kepada tenaga pengajar yang bersangkutan. Apabila tidak ada kejelasan dan tindak lanjut yang memuaskan, pihak keluarga mengancam akan membawa permasalahan ini ke tingkat yang lebih lanjut, termasuk ke Komisi D DPRD Kota Bandung.
“Bila kami tidak mendapatkan keadilan dan informasi yang jelas, kami tidak akan segan mengajukan hal ini ke dinas maupun ke Komisi D. Kami ingin keadilan bagi anak kami,” tegasnya.
Tanggapan dari pihak Disdik Kota Bandung menyatakan akan segera mengoordinasikan dan menindaklanjuti permasalahan ini dengan bagian terkait serta membangun komunikasi lebih lanjut guna memastikan penanganan tuntas.
Keluarga juga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama. Sekolah tidak hanya mengajarkan ilmu, melainkan juga membentuk akhlak dan moral siswa. Ke depannya, pengawasan di lingkungan sekolah diperketat, kualitas tenaga pengajar ditingkatkan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di sekolah manapun di wilayah Kota Bandung.
(Redaksi)

























