Momentum Kesatuan Doa Nasional Pada HUT RI ke-81: 8 Aras Gereja Nasional Deklarasikan Kesatuan Tubuh Kristus

Dari 620 Titik Doa, Gereja Indonesia Menyatakan Satu Tubuh untuk Indonesia

Reportasejabar.com – Jakarta, 17 Agustus 2026. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendapat warna berbeda dari komunitas gereja melalui Momentum Kesatuan Doa Nasional atau MKDN 2026. Bertempat di Balai Sarbini, Jakarta, delapan aras gereja nasional bersama Jaringan Doa Nasional atau JDN, Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Indonesia serta  umat Tuhan dari berbagai daerah menyatukan doa bagi bangsa Indonesia.

Kegiatan berlangsung pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Pada momentum tersebut, umat Kristen dari berbagai denominasi menyatukan hati dalam semangat “Kolektif, Sinergi dan  Bertumbuh untuk Kebangkitan Indonesia”.

Tema tersebut berakar pada 2 Tawarikh 7:14 yang menempatkan pertobatan, doa, kerendahan hati dan  pemulihan sebagai bagian penting dari tanggung jawab umat Tuhan terhadap kehidupan bangsa.

MKDN 2026 tidak berhenti pada pertemuan di Jakarta. Gerakan doa tersebut berlangsung secara serentak di 620 titik yang tersebar di 38 provinsi Indonesia. Gereja, komunitas doa, perkantoran, sekolah, dunia usaha dan  berbagai komunitas masyarakat ikut mengambil bagian.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa doa bagi Indonesia dapat menjadi ruang perjumpaan lintas denominasi. Perbedaan tradisi gerejawi tetap ada, tetapi umat menemukan titik temu dalam kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Delapan Aras Gereja Berdiri Bersama

Delapan aras gereja nasional yang terlibat dalam momentum tersebut terdiri atas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia atau PGI, Konferensi Waligereja Indonesia atau KWI, Persekutuan Gereja-gereja Lintas Injil Indonesia atau PGLII, Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia atau PGPI, Persekutuan Gereja-gereja Bethel Indonesia atau PGBI, Gereja Ortodoks Indonesia atau GOI, Bala Keselamatan serta  Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.

Mereka bergerak bersama Jaringan Doa Nasional dan FGBMFI Indonesia.

Kehadiran berbagai aras gereja tersebut menjadi bagian penting dari pesan MKDN. Kesatuan gereja tidak dipahami sebagai penghapusan denominasi, melainkan sebagai kesediaan untuk membangun kerja bersama berdasarkan iman kepada Kristus dan tanggung jawab kebangsaan.

Aristarkus Tarigan Fasum dari Jaringan Doa Nasional menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak dimiliki oleh satu organisasi tertentu.

“Doa ini meluas bukan hanya di gereja, tetapi juga di perkantoran, sekolah dan  dunia usaha, membuktikan bahwa kepedulian terhadap Indonesia tidak dibatasi sekat denominasi maupun profesi,” ujarnya dalam konferensi pers.

Pernyataan tersebut menegaskan karakter MKDN sebagai gerakan lintas komunitas. Jaringan doa yang dibangun selama bertahun-tahun menemukan bentuk baru melalui keterlibatan berbagai kelompok gereja dan masyarakat.

Aras Gereja Bersatu Doakan Indonesia di Hari Kemerdekaan ke-81
Aras Gereja Bersatu Doakan Indonesia di Hari Kemerdekaan ke-81

Doa dan Nasionalisme Berjalan Bersama

Sekretaris Umum PGI Darwin Darmawan menempatkan doa bagi bangsa dalam konteks tanggung jawab warga negara.

Ia mengingatkan bahwa kekristenan dan nasionalisme tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama ketika iman mendorong umat untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Mengutip Yeremia 29:7, Darwin menegaskan bahwa umat Tuhan perlu berdoa bagi kesejahteraan kota dan bangsa tempat mereka hidup.

“Kita tidak cukup hanya berdoa. Doa harus diikuti tindakan nyata. Jika satu hati berdoa dan berbuat untuk Indonesia, transformasi bangsa ini pasti terjadi,” katanya.

Pesan tersebut memberi tekanan pada hubungan antara spiritualitas dan tindakan sosial. Doa tidak berhenti sebagai ekspresi iman personal. Doa juga dapat menjadi dasar bagi keterlibatan warga gereja dalam pendidikan, pelayanan sosial, kemanusiaan, ekonomi, keadilan dan  kehidupan kebangsaan.

Gereja Dipanggil Menjawab Tantangan Bangsa

Ketua Umum PGLII Tommy Lengkong menyebut 81 tahun perjalanan kemerdekaan Indonesia masih menyisakan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

“Kita berbeda suku, agama dan  latar belakang, tetapi kita satu Indonesia. Kita berdoa supaya bangsa ini tetap besar, adil, makmur dan  harmonis,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari refleksi kebangsaan dalam MKDN. Kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui seremoni, tetapi juga melalui evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, gereja memiliki ruang untuk memberikan kontribusi melalui pelayanan dan kesaksian sosial. Gereja dapat hadir dalam persoalan kemiskinan, pendidikan, kemanusiaan, ketidakadilan, kerukunan serta  berbagai persoalan sosial lainnya.

Kesatuan Tubuh Kristus Masuk ke Dunia Kerja

Semangat kesatuan juga mendapat penekanan dari FGBMFI Indonesia. Vincent Wijaya, NVP FGBMFI, menyampaikan bahwa organisasi tersebut mewakili sekitar 9.000 anggota yang tersebar dalam sekitar 800 hingga 900 chapter di Indonesia.

Menurut Vincent, kesatuan umat Kristen perlu hadir di tempat kerja dan ruang ekonomi.

“Kita bersatu sebagai Tubuh Kristus yang utuh, lintas denominasi, untuk menjadi terang dan garam di setiap sektor kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut memperluas makna kesatuan gereja. Kesatuan tidak hanya berlangsung di ruang ibadah. Dunia profesional, dunia usaha, pasar, lembaga pendidikan, organisasi sosial dan  ruang publik juga menjadi tempat umat Kristen menjalankan tanggung jawab iman.

Penyembahan Lintas Denominasi

Suasana MKDN semakin kuat ketika peserta memasuki sesi penyembahan lintas denominasi.

Sidney Mohede, Eldhy Victor, bersama paduan suara dan tim pujian dari berbagai gereja memimpin umat dalam penyembahan. Berbagai latar belakang gerejawi melebur dalam satu ekspresi iman.

Lagu “Doa Kami” menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian tersebut. Lagu itu menjadi ruang bagi peserta untuk mengekspresikan syukur, pergumulan, air mata dan  pengharapan bagi Indonesia.

Di Balai Sarbini, peserta berdoa bersama. Pada saat yang sama, umat Tuhan di berbagai daerah mengikuti momentum tersebut dari ratusan titik doa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Jarak geografis tidak menghilangkan kesatuan tujuan. Dari berbagai daerah, umat membawa doa yang sama, yaitu agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang bersatu, damai, adil, makmur dan  memiliki masa depan yang lebih baik.

Hampir 25 Tahun Membangun Jaringan Doa

MKDN 2026 juga menjadi penanda perjalanan panjang gerakan doa nasional yang telah dibangun selama hampir 25 tahun.

Perjalanan tersebut memperlihatkan proses panjang dalam membangun komunikasi dan jejaring antargereja. Kesatuan yang terlihat pada 17 Agustus 2026 tidak muncul secara tiba-tiba. Kesatuan itu tumbuh melalui perjumpaan, doa, komunikasi dan  kerja bersama dalam waktu yang panjang.

Kini, delapan aras gereja nasional dapat berdiri bersama dalam sebuah momentum doa nasional. Ratusan titik doa terhubung secara serentak. Ribuan umat mengambil bagian dalam doa bagi Indonesia.

Aristarkus Tarigan menyampaikan ajakan untuk mempertahankan momentum tersebut.

“Mari kita tangkap momentumnya, bangkitkan para pendoa, satukan Gereja dan  berdiri bagi Indonesia,” ujarnya.

Ajakan tersebut menunjukkan bahwa MKDN tidak dirancang sebagai kegiatan satu hari. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik penguatan bagi gerakan doa dan kerja bersama di masa berikutnya.

Deklarasi Kesatuan Tubuh Kristus

Puncak penting MKDN 2026 berlangsung dengan pembacaan dan kesepakatan Deklarasi Kesatuan Tubuh Kristus di Balai Sarbini, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.

Deklarasi tersebut dibacakan oleh para wakil delapan aras gereja nasional, Jaringan Doa Nasional, FGBMFI Indonesia serta  umat Tuhan yang mengikuti momentum dari 620 titik doa di 38 provinsi.

Deklarasi menggunakan Roma 12:4–5 sebagai salah satu dasar teologis. Ayat tersebut menggambarkan gereja sebagai satu tubuh dengan banyak anggota yang memiliki fungsi berbeda.

Pesan tersebut menjadi fondasi bagi pengakuan bahwa perbedaan denominasi, tradisi dan  bentuk pelayanan dapat menjadi kekayaan yang saling melengkapi.

Deklarasi juga menegaskan keyakinan bahwa Yesus Kristus merupakan Kepala Gereja. Karena itu, setiap komunitas gereja memiliki tempat dan fungsi dalam kehidupan Tubuh Kristus.

Para peserta menyatakan penolakan terhadap perpecahan, kesombongan serta  sikap yang saling meniadakan.

Empat Komitmen Kesatuan

Deklarasi Kesatuan Tubuh Kristus memuat empat komitmen utama.

Pertama, “Kita Satu Tubuh di Dalam Kristus.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa umat Kristen memiliki satu Tuhan, satu iman, satu pembaptisan dan  satu pengharapan. Perbedaan denominasi tidak menjadi alasan untuk membangun jarak dalam pelayanan.

Para pihak yang menyatakan deklarasi berkomitmen untuk saling menerima, menghormati dan  mengasihi.

Kedua, “Kesatuan Ini Bukan Sekadar Kata, Melainkan Hidup.”

Kesatuan diarahkan pada kerja nyata. Gereja-gereja didorong untuk membangun kerja sama dalam pelayanan, doa, pendidikan, sosial, kemanusiaan dan  keadilan.

Deklarasi tersebut juga mengajak gereja meninggalkan pola kerja yang terlalu terpisah dan membangun kolaborasi lintas denominasi.

Ketiga, “Kami Bersatu Berdoa dan Bekerja untuk Indonesia.”

Deklarasi menempatkan umat Kristen sebagai bagian dari kehidupan bangsa. Doa bagi bangsa harus berjalan bersama kerja nyata.

Para peserta menyatakan komitmen untuk bekerja dengan jujur, berkarya dengan teladan dan  memberikan kontribusi bagi Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan  makmur.

Deklarasi tersebut merumuskan hubungan antara doa dan tindakan dengan kalimat yang kuat: “Berdoa tanpa bekerja adalah iman yang mati, bekerja tanpa berdoa adalah kesombongan yang berbahaya.”

Keempat, “Kami Menjaga Kesatuan Ini sebagai Amanah yang Suci.”

Kesatuan dipandang sebagai amanah yang harus dirawat. Para pihak yang menyatakan deklarasi berkomitmen untuk menjaga kesatuan melalui kerendahan hati, kesabaran, kasih, saling menopang, saling menguatkan dan  saling memulihkan.

Komitmen tersebut penting karena kesatuan gereja membutuhkan proses yang berkelanjutan. Perbedaan pandangan dan tradisi tetap akan muncul. Tantangannya terletak pada kemampuan gereja mengelola perbedaan tanpa kehilangan orientasi bersama.

“Kami Satu. Kami Berdoa. Kami Bekerja. Kami Memberkati.”

Deklarasi tersebut mencapai puncaknya melalui pernyataan bersama:

“KAMI SATU. KAMI BERDOA. KAMI BEKERJA. KAMI MEMBERKATI.”

Pernyataan itu dilanjutkan dengan rumusan:

“Tubuh Kristus yang Satu, Hadir untuk Indonesia yang Satu.”

“Dari Sabang sampai Merauke, Satu Hati, Satu Suara, Satu Bangsa.”

Kalimat tersebut menjadi inti pesan MKDN 2026. Kesatuan gereja ditempatkan dalam hubungan langsung dengan tanggung jawab kebangsaan.

Gereja dipanggil untuk berdoa bagi Indonesia, bekerja bagi Indonesia dan  menghadirkan berkat melalui kehidupan nyata.

Daftar Pihak yang Menyatakan Deklarasi

Deklarasi Kesatuan Tubuh Kristus ditandatangani atau disepakati oleh para wakil dari:

  1. PGI, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
  2. KWI, Konferensi Waligereja Indonesia
  3. PGLII, Persekutuan Gereja-gereja Lintas Injil Indonesia
  4. PGPI, Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia
  5. PGBI, Persekutuan Gereja-gereja Bethel Indonesia
  6. GOI, Gereja Ortodoks Indonesia
  7. Bala Keselamatan
  8. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
  9. Jaringan Doa Nasional
  10. FGBMFI Indonesia

Dari Momentum Menuju Gerakan Bersama

MKDN 2026 memberikan pesan bahwa kesatuan gereja dapat memperoleh bentuk konkret ketika umat memiliki kepedulian bersama terhadap bangsa.

Delapan aras gereja nasional, JDN, FGBMFI serta  umat dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa perbedaan denominasi tidak harus menghalangi kolaborasi.

Momentum tersebut juga memperluas pemahaman tentang panggilan gereja. Gereja tidak hanya hadir di gedung gereja. Gereja hadir melalui warga jemaat yang bekerja di sekolah, kantor, pasar, perusahaan, lembaga sosial, institusi pemerintahan, media dan  berbagai ruang kehidupan masyarakat.

Karena itu, deklarasi kesatuan tersebut akan memiliki makna lebih jauh jika diterjemahkan menjadi program kolaboratif yang dapat dirasakan masyarakat.

Pendidikan bersama, pelayanan kemanusiaan, penguatan ekonomi masyarakat, perlindungan kelompok rentan, pembangunan kerukunan, literasi digital serta  keterlibatan dalam berbagai persoalan kebangsaan dapat menjadi ruang implementasi kesatuan tersebut.

Pada akhirnya, MKDN 2026 tidak hanya meninggalkan dokumentasi sebuah pertemuan besar pada HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum tersebut menghadirkan sebuah komitmen bersama bahwa gereja dapat berdoa dengan satu hati sekaligus bekerja melalui tanggung jawab sosial yang nyata.

Dari 620 titik doa di 38 provinsi, pesan yang muncul memiliki satu arah. Indonesia adalah rumah bersama yang harus dijaga.

Gereja dipanggil untuk hadir melalui doa, pelayanan, integritas dan  kerja bersama.

Momentum 17 Agustus 2026 di Balai Sarbini kemudian menjadi titik penting dalam perjalanan tersebut. Dari Jakarta, pesan kesatuan itu dikumandangkan ke berbagai daerah:

Kita satu. Kita berdoa. Kita bekerja. Kita memberkati.

Tubuh Kristus yang satu, hadir untuk Indonesia yang satu.

(Dharma EL/Red.***)

About Author

Related Posts

Puncak HUT RI ke-81 Desa Cimenyan Gelar Pagelaran Wayang Golek dan Pembagian 40 Akta Cerai Gratis

KABUPATEN BANDUNG – Reportasejabar.com — Dalam rangka memeriahkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Desa Cimenyan menggelar pagelaran kesenian Wayang Golek di Bojong Kihiyang, Jalan Pasir…

Read more

Continue reading
RW 06 Padasuka Gelar Puncak Peringatan HUT RI ke-81, Lurah Padasuka Bagikan Piala Karnaval 

KABUPATEN BANDUNG Reportasejabar.com Dalam rangka memeriahkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, RW 06 Kelurahan Padasuka, melaksanakan Menggrlar Kesenian  yang di laksanakan di halaman Keluraha Padasuka Kecamatan …

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Dugaan Perusakan & Pencurian Alat Berat: Wendra Tertangkap Tangan Lalu Dilepaskan, Pemilik MJS 06 Sri Lestari Mencium Kejanggalan di Polres Klaten

  • By admin
  • September 7, 2026
  • 7 views
Dugaan Perusakan & Pencurian Alat Berat: Wendra Tertangkap Tangan Lalu Dilepaskan, Pemilik MJS 06 Sri Lestari Mencium Kejanggalan di Polres Klaten

KDS Minta ASN dan Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

  • By admin
  • September 7, 2026
  • 7 views
KDS Minta ASN dan Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Bandung Bedas Run 2026 Diikuti 4.737 Peserta, KDS: Junjung Tinggi Sportivitas

  • By admin
  • September 7, 2026
  • 14 views
Bandung Bedas Run 2026 Diikuti 4.737 Peserta, KDS: Junjung Tinggi Sportivitas

Kapolsek Pamarayan Quick Response Dugaan Pelangsiran BBM Subsidi di KIM, Asep NS: Informasi Turunnya Petugas Diduga Bocor

  • By admin
  • September 6, 2026
  • 14 views
Kapolsek Pamarayan Quick Response Dugaan Pelangsiran BBM Subsidi di KIM, Asep NS: Informasi Turunnya Petugas Diduga Bocor

Polda Jabar Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla di Tengah Musim Kemarau

  • By admin
  • September 5, 2026
  • 12 views
Polda Jabar Imbau Masyarakat Waspadai Karhutla di Tengah Musim Kemarau

Pangdam III/Siliwangi Dampingi Kasad Tinjau Kincir Air, Situ Bagendit hingga Ketahanan Pangan di Garut dan Bandung

  • By admin
  • September 5, 2026
  • 12 views
Pangdam III/Siliwangi Dampingi Kasad Tinjau Kincir Air, Situ Bagendit hingga Ketahanan Pangan di Garut dan Bandung

Cegah Banjir, Pemerintah dan Warga Bojongsoang Bergotong Royong Bersihkan Drainase

  • By admin
  • September 5, 2026
  • 18 views
Cegah Banjir, Pemerintah dan Warga Bojongsoang Bergotong Royong Bersihkan Drainase

Marak Dugaan Prostitusi & Pemerasan di Kos-Kosan Warakas, GMOCT/Kabarsbi Dorong APH Bertindak Tegas

  • By admin
  • September 4, 2026
  • 15 views
Marak Dugaan Prostitusi & Pemerasan di Kos-Kosan Warakas, GMOCT/Kabarsbi Dorong APH Bertindak Tegas

GMOCT Kecam Tindakan Oknum Polisi Polres Serang Diduga Menghambat Kerja Jurnalistik: Minta Suara Narasumber Diperlihatkan, Akan Dilaporkan ke Propam

  • By admin
  • September 4, 2026
  • 13 views
GMOCT Kecam Tindakan Oknum Polisi Polres Serang Diduga Menghambat Kerja Jurnalistik: Minta Suara Narasumber Diperlihatkan, Akan Dilaporkan ke Propam

BAPENDA Kabupaten Bandung Evaluasi Penerimaan Pajak Daerah Sampai Agustus 2026

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 21 views
BAPENDA Kabupaten Bandung Evaluasi Penerimaan Pajak Daerah Sampai Agustus 2026

Bupati KDS Tegaskan Guru BK Harus Sudah Selesai Dengan Dirinya Sendiri

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 26 views
Bupati KDS Tegaskan Guru BK Harus Sudah Selesai Dengan Dirinya Sendiri

Berkat Peran Media, Sebagian Utang Selesai, Ridwan Ucapkan Terima Kasih, Sisa Rp500.000 Masih Ditahan Wahyu Surya Gading dengan Alasan Pekerjaan Bonus

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 25 views
Berkat Peran Media, Sebagian Utang Selesai, Ridwan Ucapkan Terima Kasih, Sisa Rp500.000 Masih Ditahan Wahyu Surya Gading dengan Alasan Pekerjaan Bonus

Polisi Musnahkan 15 Ribu Botol Miras, OKT dan Ratusan Knalpot Brong

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 26 views
Polisi Musnahkan 15 Ribu Botol Miras, OKT dan Ratusan Knalpot Brong

Dugaan Tunjangan DPRD Batang Dilaporkan ke Kejari, TRINUSA Desak Kepastian Penanganan — GMOCT Siap Kawal

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 24 views
Dugaan Tunjangan DPRD Batang Dilaporkan ke Kejari, TRINUSA Desak Kepastian Penanganan — GMOCT Siap Kawal

Kapolri: Pramuka Jadi Wadah Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Perubahan

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 25 views
Kapolri: Pramuka Jadi Wadah Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Perubahan

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Gelar Rapat Fasilitasi Sengketa Lahan PT EMAS, Masyarakat Desa Muara Pantun: Apresiasi Meski Terlambat, Tetap Berharap Pemerintah Berpihak pada Keadilan

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 23 views
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Gelar Rapat Fasilitasi Sengketa Lahan PT EMAS, Masyarakat Desa Muara Pantun: Apresiasi Meski Terlambat, Tetap Berharap Pemerintah Berpihak pada Keadilan

Proyek PAMSIMAS Leuwilimus: Warga Sudah Bayar Rp500.000 & Iuran Bulanan, Jaringan Air Bersih Justru Dimatikan Sejak Lama

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 27 views
Proyek PAMSIMAS Leuwilimus: Warga Sudah Bayar Rp500.000 & Iuran Bulanan, Jaringan Air Bersih Justru Dimatikan Sejak Lama

KDS: Kepala Desa Harus Paham Aturan, Jangan Sampai Dana Desa Berujung Masalah Hukum

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 27 views
KDS: Kepala Desa Harus Paham Aturan, Jangan Sampai Dana Desa Berujung Masalah Hukum

Hasil Reses Erick Darmajaya , B.Sc., M.K.P Soroti 5 Isu Krusial,  Dari Digitalisasi hingga Pungutan Opsen!

  • By admin
  • September 3, 2026
  • 29 views
Hasil Reses Erick Darmajaya , B.Sc., M.K.P Soroti 5 Isu Krusial,  Dari Digitalisasi hingga Pungutan Opsen!

Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian

  • By admin
  • September 2, 2026
  • 36 views
Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian

Christian Julianto Budiman DPRD Kota Bandung Gelar Reses II, Serap Aspirasi Warga RW 05 Kelurahan Cibadak

  • By admin
  • September 2, 2026
  • 32 views
Christian Julianto Budiman DPRD Kota Bandung Gelar Reses II, Serap Aspirasi Warga RW 05 Kelurahan Cibadak

Sebagai Wujud Kesinambungan  Desa Cimenyan Melaksanakan Kegiatan  Sertijab Ketua BPD

  • By admin
  • September 2, 2026
  • 46 views
Sebagai Wujud Kesinambungan  Desa Cimenyan Melaksanakan Kegiatan  Sertijab Ketua BPD

Polisi Temukan Anak di Bawah Umur di Penginapan Pangandaran, Dua Orang Diamankan

  • By admin
  • September 1, 2026
  • 33 views
Polisi Temukan Anak di Bawah Umur di Penginapan Pangandaran, Dua Orang Diamankan

Polisi Tangkap 91 Pengedar Sabu – Sabu hingga Ganja, Barang Bukti Capai Rp4 Miliar

  • By admin
  • September 1, 2026
  • 30 views
Polisi Tangkap 91 Pengedar Sabu – Sabu hingga Ganja, Barang Bukti Capai Rp4 Miliar

Sensus Desil Dipertanyakan, Data Warga Miskin Naik ke Desil 9–10 Picu Polemik

  • By admin
  • September 1, 2026
  • 52 views
Sensus Desil Dipertanyakan, Data Warga Miskin Naik ke Desil 9–10 Picu Polemik