KDS Pacu Strategi Pentahelix, Targetkan Solusi konkret Banjir dan Sampah di Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG Reportasejabar.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung bergerak cepat menyusun langkah konkret dan terintegrasi untuk mengatasi dua persoalan klasik yang terus mendominasi laporan masyarakat, yakni banjir dan pengelolaan sampah. Melalui pendekatan Pentahelix, Pemkab Bandung berkomitmen menyelesaikan kedua persoalan tersebut secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan melibatkan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, pengusaha, akademisi, media, hingga pemerintah pusat dan provinsi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS pada Selasa (19/5/2026). Menurutnya, persoalan banjir dan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kesadaran kolektif dan kolaborasi nyata dari seluruh pihak agar persoalan lingkungan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini dapat diselesaikan secara berkelanjutan.

“Urusan sampah dan banjir ini bukan urusan pemerintah saja, tapi urusan kita semua. Kita tidak bisa bergerak sendiri, harus berbarengan melalui pendekatan Pentahelix. Jika semua pihak dari masyarakat, pengusaha, akademisi, hingga media bergabung, insyaallah persoalan ini bisa diselesaikan,” ujar KDS.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bandung saat ini menghadapi kondisi darurat sampah. Berdasarkan data sementara, produksi sampah di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 1.800 ton per hari dari jumlah penduduk sekitar 3,9 juta jiwa. Namun dari total tersebut, baru sekitar 500 ton yang berhasil dikelola atau didaur ulang oleh masyarakat dan pengelola sampah.

Sementara itu, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti hanya memberikan kuota pembuangan sekitar 280 ton per hari untuk Kabupaten Bandung. Kondisi tersebut menyebabkan masih adanya sisa sekitar 1.000 ton sampah per hari yang belum tertangani secara maksimal dan berpotensi menumpuk di berbagai titik wilayah.

“Artinya masih ada sisa sekitar 1.000 ton sampah per hari yang belum tertangani. Kalau dibiarkan, tentu akan menumpuk dan menjadi persoalan besar,” katanya.

Karena itu, KDS mengambil langkah tegas dengan memberikan tenggat waktu selama satu minggu kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung untuk membedah big data terkait produksi sampah, pola pengelolaan, kebutuhan sarana-prasarana, hingga kapasitas TPS3R dan UPT pengelolaan sampah di lapangan.

“Saya minta data yang akurat supaya penanganan sampah ini berbasis data dan konkret, bukan sekadar wacana. Minggu depan kita harus langsung action pelaksanaan proses penanganan sampah di lapangan,” tegasnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemkab Bandung mendorong penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pembentukan bank sampah di tingkat RT/RW, pengolahan sampah organik menjadi maggot dan kompos, hingga optimalisasi TPS3R di berbagai wilayah.

KDS juga meminta agar pengelolaan sampah desa nantinya dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sehingga sampah yang memiliki nilai ekonomi seperti plastik, kardus, dan kertas dapat dikelola dan diserap oleh off-taker atau penampung hasil daur ulang.

“Plastik kresek pun sebenarnya punya nilai ekonomi. Sudah ada pengusaha lokal di Kabupaten Bandung yang bisa mengolahnya menjadi bijih plastik untuk diproduksi kembali. Kalau masyarakat mau memilah sampah dari rumah, ini bisa sangat membantu,” ujarnya.

Selain solusi jangka pendek, Pemkab Bandung juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program tersebut telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk wilayah Bandung Raya.

KDS mengaku optimistis terhadap program tersebut karena dirinya telah melihat langsung sistem pengolahan sampah modern di Singapura dan Belanda yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik bahkan energi panas.

“Kami sudah melihat langsung di Singapura dan Belanda. Di Singapura malah kekurangan sampah karena semuanya berhasil diolah. Di Belanda sampah bisa menghasilkan air hangat. Maka saya optimistis PSEL ini bisa menjadi solusi nyata,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait persoalan banjir, KDS menjelaskan bahwa Kabupaten Bandung secara geografis berada di kawasan cekungan atau dataran rendah Bandung Purba sehingga menjadi titik tampungan air dari berbagai wilayah seperti Kota Bandung, Cimahi, hingga Sumedang.

Meski area genangan banjir saat ini telah berkurang dari sekitar 4.500 hektare menjadi sekitar 1.500 hektare berkat pembangunan kolam retensi dan polder air, namun ancaman banjir masih cukup tinggi akibat sedimentasi sungai, kerusakan kawasan hulu, serta perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

“Saat ini sedimentasi tanah di muara Sungai Citarum, seperti di daerah Tegal Luar, sudah mencapai hampir 10 juta kubik. Kalau tidak segera dilakukan normalisasi, maka potensi banjir akan terus terjadi saat curah hujan tinggi,” katanya.

KDS pun mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera melakukan pengerukan dan normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir di wilayah Bandung Selatan.

Selain itu, Pemkab Bandung bersama pemerintah pusat juga telah mengusulkan sejumlah proyek penanganan banjir, di antaranya pembangunan danau retensi di kawasan Tegalluar dan Sukamanah Rancaekek, serta normalisasi Sungai Cisunggalah sepanjang lima kilometer.

Menurut KDS, usulan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan total anggaran mencapai sekitar Rp151 miliar melalui skema multi-years.

Anggaran tersebut meliputi penanganan pasca bencana sekitar Rp68 miliar, pembangunan danau retensi di Desa Tegalluar sekitar Rp46 miliar, pembangunan danau di Desa Sukamanah Rancaekek sekitar Rp48 miliar, serta penanganan Sungai Cisungalah.

“Pak Menteri PU langsung menyampaikan siap dan saat ini sedang dibahas detail teknisnya oleh BWS dan Dinas PUTR,” jelasnya.

KDS menambahkan, pembangunan danau retensi tersebut juga melibatkan para pengusaha lokal. Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Bandung, setiap perusahaan yang melakukan pengembangan kawasan diwajibkan menghibahkan minimal 10% lahannya untuk fasilitas sosial dan pengelolaan air publik.
“Danau ini bukan hanya untuk penanganan banjir, tetapi juga untuk pengisian air tanah, water treatment, hingga potensi wisata,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan evaluasi terhadap 176 TPS3R yang ada di Kabupaten Bandung. Dari jumlah tersebut, sekitar 76 TPS3R masih aktif beroperasi.

“Kami sedang memetakan kebutuhan sarana, SDM, kapasitas pengolahan, hingga kebutuhan armada agar penanganan sampah bisa lebih optimal,” ujar Ruli.

Menurutnya, DLH juga terus mendorong pengolahan sampah sejak dari sumbernya, baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, perusahaan, restoran, hingga rumah sakit.

“Kita ingin pengelolaan sampah dimulai dari hulunya, sehingga yang dibuang ke TPA nantinya hanya residu saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin menambahkan bahwa pihaknya terus menyiagakan alat peringatan dini banjir atau Automatic Water Level Recorder (AWLR) di sejumlah titik sungai strategis.

AWLR tersebut telah dipasang di kawasan Sungai Citarum, Cisanti, Majalaya, hingga Tegalluar untuk memantau ketinggian muka air dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan debit air.

“Kalau ada kenaikan tinggi muka air, sistem akan memberikan warning sehingga petugas bisa siaga lebih cepat,” ujarnya.

Menutup perbincangan, KDS kembali mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan dan menyelesaikan persoalan banjir serta sampah secara bersama-sama.

“Kita sudah pernah membuktikan melalui Pentahelix bisa menyelesaikan persoalan banjir sepanjang 12 kilometer dalam 100 hari kerja. Maka saya optimistis kalau semua bergerak bersama, persoalan sampah dan banjir di Kabupaten Bandung juga bisa kita selesaikan,” pungkasnya.

Sumber: Humas Pemkab Bandung – Diskominfo

Editor: Tri

About Author

Related Posts

Pemkab Bandung Dukung Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran

KABUPATEN BANDUNG – Reortasejabar.com Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dukungan tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) saat menghadiri Open…

Read more

Continue reading
Pemkab Bandung Siapkan Eks RSUD Soreang Jadi Lokasi Belajar Mengajar

KABUPATEN BANDUNG – Reportasejabar.com Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan pemanfaatan bangunan bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang sebagai fasilitas pendidikan, termasuk untuk SMPN 5 Soreang yang saat ini masih menumpang…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Pemkab Bandung Dukung Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran

  • By admin
  • Oktober 16, 2026
  • 3 views
Pemkab Bandung Dukung Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran

Polda Jabar Gelar Sertijab Wakapolda Jabar, Dirreskrimsus dan Dirressiber, Perkuat Kinerja Organisasi

  • By admin
  • Oktober 16, 2026
  • 4 views
Polda Jabar Gelar Sertijab Wakapolda Jabar, Dirreskrimsus dan Dirressiber, Perkuat Kinerja Organisasi

Christian Julianto Dorong Edukasi Mitigasi Bencana Bandung Diperluas, Usulkan Lewat Nobar Persib

  • By admin
  • Oktober 16, 2026
  • 5 views
Christian Julianto Dorong Edukasi Mitigasi Bencana Bandung Diperluas, Usulkan Lewat Nobar Persib

KDS Apresiasi Rekonsiliasi Kadin Kabupaten Bandung, Dualisme Berakhir

  • By admin
  • Oktober 16, 2026
  • 6 views
KDS Apresiasi Rekonsiliasi Kadin Kabupaten Bandung, Dualisme Berakhir

Pemkab Bandung Siapkan Eks RSUD Soreang Jadi Lokasi Belajar Mengajar

  • By admin
  • Oktober 16, 2026
  • 6 views
Pemkab Bandung Siapkan Eks RSUD Soreang Jadi Lokasi Belajar Mengajar

Susunan Keanggotaan Pansus 21 Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah

  • By admin
  • Oktober 16, 2026
  • 8 views
Susunan Keanggotaan Pansus 21 Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah

Susunan Keanggotaan Pansus 19 Raperda tentang Pengarusutamaan Gender

  • By admin
  • Oktober 16, 2026
  • 10 views
Susunan Keanggotaan Pansus 19 Raperda tentang Pengarusutamaan Gender

Berikut Pandangan Umum Fraksi PSI bagi 4 Raperda Baru Usulan Wali Kota

  • By admin
  • Oktober 15, 2026
  • 11 views
Berikut Pandangan Umum Fraksi PSI bagi 4 Raperda Baru Usulan Wali Kota

Susunan Keanggotaan Pansus 21 Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah

  • By admin
  • Oktober 15, 2026
  • 8 views
Susunan Keanggotaan Pansus 21 Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah

Wali Kota Farhan Usulkan Raperda Rusun, Gender, BMD, dan PDAM, untuk Dibahas DPRD Kota Bandung

  • By admin
  • Oktober 15, 2026
  • 10 views
Wali Kota Farhan Usulkan Raperda Rusun, Gender, BMD, dan PDAM, untuk Dibahas DPRD Kota Bandung

Usulan Bupati Bandung Dikabulkan Presiden, Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus

  • By admin
  • Oktober 15, 2026
  • 7 views
Usulan Bupati Bandung Dikabulkan Presiden, Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus

PN Jakarta Utara Lepas Kawiro Susilo dari Segala Tuntutan Hukum

  • By admin
  • Oktober 14, 2026
  • 12 views
PN Jakarta Utara Lepas Kawiro Susilo dari Segala Tuntutan Hukum

FORMAJI Soroti DSDABM Kota Bandung, Persyaratan Sudah Dipenuhi tetapi Surat Belum Dijawab

  • By admin
  • Oktober 14, 2026
  • 10 views
FORMAJI Soroti DSDABM Kota Bandung, Persyaratan Sudah Dipenuhi tetapi Surat Belum Dijawab

Bapperida Kabupaten Bandung Hadiri Pembahasan Hasil Evaluasi Gubernur, Sempurnakan RAPBD 2026

  • By admin
  • Oktober 14, 2026
  • 8 views
Bapperida Kabupaten Bandung Hadiri Pembahasan Hasil Evaluasi Gubernur, Sempurnakan RAPBD 2026

Stop Pers Edisi 2026

  • By admin
  • Oktober 14, 2026
  • 12 views
Stop Pers Edisi 2026

Kapolres Kebumen Turun ke Jalan, Apresiasi Budaya Tertib Berlalu Lintas Warga

  • By admin
  • Oktober 14, 2026
  • 12 views
Kapolres Kebumen Turun ke Jalan, Apresiasi Budaya Tertib Berlalu Lintas Warga

Polda Jabar Sambut Wakapolda Baru Brigjen Pol. Rachmad Iswan Nusi

  • By admin
  • Oktober 14, 2026
  • 11 views
Polda Jabar Sambut Wakapolda Baru Brigjen Pol. Rachmad Iswan Nusi

Rp1,37 Miliar Dana Desa Loning Jadi Sorotan, BUMDes Rp285 Juta Dipertanyakan, Konfirmasi Wartawan Tak Dijawab: Ada Apa?

  • By admin
  • Oktober 14, 2026
  • 14 views
Rp1,37 Miliar Dana Desa Loning Jadi Sorotan, BUMDes Rp285 Juta Dipertanyakan, Konfirmasi Wartawan Tak Dijawab: Ada Apa?

Lebih dari Sebulan Surat FORMAJI Tak Dijawab, Transparansi Dinkes Kota Bandung Dipertanyakan

  • By admin
  • Oktober 14, 2026
  • 15 views
Lebih dari Sebulan Surat FORMAJI Tak Dijawab, Transparansi Dinkes Kota Bandung Dipertanyakan

BAPPERIDA Apresiasi Capaian PTSP Kabupaten Bandung, Peringkat 14 Nasional dan 2 di Jawa Barat

  • By admin
  • Oktober 14, 2026
  • 14 views
BAPPERIDA Apresiasi Capaian PTSP Kabupaten Bandung, Peringkat 14 Nasional dan 2 di Jawa Barat

Security PT Purbasari Arogan Usir Wartawan, Padahal Masih Ada 3 Pabrik Siluman!

  • By admin
  • Oktober 13, 2026
  • 22 views
Security PT Purbasari Arogan Usir Wartawan, Padahal Masih Ada 3 Pabrik Siluman!

Camat Kiaracondong Apresiasi Pedagang Bongkar Mandiri 77 Bangunan

  • By admin
  • Oktober 13, 2026
  • 22 views
Camat Kiaracondong Apresiasi Pedagang Bongkar Mandiri 77 Bangunan

Kejar Target Three Zero 2030, Pemkot Bandung Masifkan Sosialisasi dan Skrining HIV

  • By admin
  • Oktober 13, 2026
  • 19 views
Kejar Target Three Zero 2030, Pemkot Bandung Masifkan Sosialisasi dan Skrining HIV

Menelusuri Rumah Bersejarah Inggit Garnasih, Ada Kisah di Setiap Sudutnya

  • By admin
  • Oktober 13, 2026
  • 14 views
Menelusuri Rumah Bersejarah Inggit Garnasih, Ada Kisah di Setiap Sudutnya

Perkuat Infratruktur Pengendali Banjir, Pemkot Bangun Dua Rumah Pompa dan 3,9 Kilometer Drainase Baru

  • By admin
  • Oktober 13, 2026
  • 17 views
Perkuat Infratruktur Pengendali Banjir, Pemkot Bangun Dua Rumah Pompa dan 3,9 Kilometer Drainase Baru