Usai Cabut Jamkes. Haryanto “Jembatan Rakyat” Nilai Mensos Menjadi Jagal Bagi Rakyat Miskin

Jakarta Reportasejabar.com Kebijakan pencabutan Jaminan kesehatan, BPJS tuai polemik dan keresahan khususnya bagi rakyat miskin penerima manfaat yang telah dicabut sepihak oleh Pemerintah dalam hal ini oleh kementerian sosial pada 1 Februari 2026 silam.

Kebijakan tersebut bukan hanya pahit dirasakan oleh rakyat miskin melainkan juga menjadi bom waktu bagi pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru satu tahun menjabat.

Atas kebijakan tersebut, masyarakat bukan hanya mengeluh namun juga meratap bahkan menghujat pemerintah yang dinilai tidak berkeprikemanusiaan. Bagi masyarakat yang notabene tidak mampu, jaminan kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting ketika jatuh sakit. Ketidak mampuan membayar biaya rumah sakit menjadi faktor yang sangat krusial sehingga ketika kebijakan bantuan jaminan kesehatan dicabut oleh pemerintah dirasakan masyarakat bagaikan memutus urat nadi yang dapat membunuh.

Pasca tuai polemik. Kebijakan yang diambil oleh Kemensos tersebut, disoroti oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyoroti penonaktifan 11 juta kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dilakukan secara tiba-tiba. Menurut dia, kebijakan tersebut menimbulkan persoalan karena anggaran yang dikeluarkan pemerintah tetap sama meski status kepesertaan berubah.

“Jangan sampai yang sudah sakit tiba-tiba begitu mau cek darah atau cuci darah, tiba-tiba tidak eligible, tidak berhak. Kan itu membuat kita terlihat konyol,” kata Purbaya dalam rapat konsultasi antara pemerintah dan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan Jakarta Pusat, Senin, 9 Februari 2026. Dikutip dari tempo.co

Menurut Purbaya, penonaktifan kepesertaan secara mendadak justru merugikan pemerintah. Selain anggaran yang tetap dikeluarkan, kebijakan tersebut berdampak pada citra pemerintah di mata publik, terutama ketika masyarakat yang tengah membutuhkan layanan kesehatan mendapati status kepesertaannya tidak lagi aktif.

Ia menilai apabila pemerintah bermaksud menonaktifkan kepesertaan PBI untuk dialihkan kepada masyarakat yang lebih berhak, proses tersebut seharusnya dilakukan secara bertahap. Penyesuaian data kepesertaan tidak semestinya dilakukan sekaligus agar tidak menimbulkan gangguan akses layanan kesehatan.

Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak penonaktifan. Menurut dia, peserta perlu diberi informasi dan waktu yang cukup agar dapat menyiapkan langkah lanjutan setelah status PBI mereka dicabut.

Selain Purbaya, Haryanto “Cagubnya Rakyat” atau Haryanto “Jembatan Rakyat” yang merupakan salah satu Tokoh sosial yang konsen terhadap persoalan ditengah masyarakat turut menyoroti kebijakan Pencabutan Jaminan kesehatan rakyat miskin yang menuai polemik dan keresahan ditengah masyarakat.

“Atas aduan masyarakat prihal kebijakan Pencabutan Jaminan Kesehatan atau BPJS kesehatan penerima bantuan iuran (PBI). Atas kebijakan tersebut saya berkabung karna kebijakan tersebut menambah penderitaan rakyat miskin yang sebelumnya menerima manfaat atas kebijakan bantuan kesehatan tersebut. Setelah dicabut dan tidak memperoleh bantuan, rakyat bukan hanya mengeluh. Melainkan juga menjerit, menangis, bahkan menghujat kebijakan yang dirasakan tidak berkeprikemanusiaan. Bagaimana tidak, umumnya penerima manfaat kebijakan tersebut adalah benar-benar rakyat miskin yang berpenghasilan minim atau bahkan tidak menentu. Para janda, para tuna wisma dsb. Perlu diketahui bahwa pasca wabah covid-19 banyak orang miskin baru yang sebelumnya kaya jatuh miskin. Sebelumnya menengah jatuh miskin. Terlebih yang miskin, jauh lebih miskin. Tidak jarang kita temui di pinggir-pinggir jalan pada beragam rumah baik rumah mewah maupun rumah sederhana terpampang tulisan “rumah dijual”. Hal tersebut sebagai salah satu indikasi bahwa yang punya rumah mewahpun tidak lepas daripada kesulitan ekonomi. Terlebih yang memang dasarnya adalah rakyat miskin.

Jadi banyak orang-orang miskin baru yang tersembunyi dibalik rumah mewah yang tak tampak seperti layaknya orang miskin. Padahal bilapun laku terjual hanya cukup menutupi hutang dan mengontrak rumah. Berbagai hal tersebut semestinya diketahui dan disadari oleh pemerintah yang dalam hal tersebut yaitu kementerian sosial. Menteri Sosial mestinya mengetahui, memahami, dan dapat mengambil langkah ataupun kebijakan yang baik, tepat, dan benar. Bukan sebaliknya melukai masyarakat kecil. Mestinya Menteri Sosial dapat lebih mewakili makna sosial yang sesungguhnya bukan justru menjadi jagal bagi masyarakat.” Tegasnya pada media, Senin 9/2/2026.

“Jaminan kesehatan, Bansos, PKH/BLT dll merupakan kebijakan yang sangat menyentuh dan bernilai bagi rakyat miskin. Ketika itu dicabut sama halnya dengan memutus urat nadi mereka. Lantas, apakah hal tersebut masih layak disebut berkeprikemanusiaan? Apakah hal tersebut layak disebut manusia yang bersosial kemanusiaan? Jawabnya tidak. Negeri ini tidak akan bangkrut hanya karna menyantuni rakyat miskin, negeri ini tidak akan rugi hanya karna berbagi kasih dan uluran tangan kepada rakyat miskin. ALLAH SWT berjanji apabila manusia bersedekah memberi kepada saudaranya ALLAH SWT akan membalasnya dengan balasan yang berlipat. Lantas mengapa manusia membatasi bahkan mengamputasi sesuatu yang menjadi hak rakyat? Jangankan kekayaan alam dipergunakan untuk kesejahteraan ataupun kemakmuran rakyat sebagaimana tertuang dalam UUD 145 pasal 33 ayat 3 “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Sementara hak hidup memperoleh jaminan kesehatan saja dirampas. Dimana keberpihakan Pemerintah dalam hal ini Kemensos kepada Rakyat? Mestinya Kemensos hadir dan ada untuk rakyat, bukan sebaliknya menzholimi rakyat.” Pungkasnya.

Lanjutnya kembali ;

“Menyikapi polemik ini, saya dan saudara-saudara kita khususnya rakyat miskin memohon kepada Presiden pak Prabowo untuk sekiranya mengembalikan hak Rakyat. Kembalikan Jaminan kesehatan, Bansos, PKH dsb kepada rakyat yang sebelumnya telah menerima. Mereka tidak meminta emas, mereka tidak meminta nikel, mereka tidak meminta timah ataupun lainnya. Permintaan rakyat miskin sederhana. Jamin kesehatan mereka dan berikan sesuap nasi kepada mereka dengan mengembalikan hak mereka. Insha ALLAH ketika penguasa/pemerintah hadir dan membela rakyat maka rakyat akan membela pemerintah/Penguasa. Atas polemik ini, atas kekecewaan rakyat kepada Pemerintah maka bagi lawan politik tentunya menjadi hal menguntungkan bagi mereka. Sebaliknya, kekecewaan dan ketidak percayaan rakyat akan merugikan bagi Pemerintahan Presiden Prabowo. Maka demi Rakyat dan demi keberlangsungan Pemerintahan Pak Presiden Prabowo, Kami memohon kembalikan hak rakyat miskin. Kembalikan Jaminan kesehatan, Bansos, PKH dsb kepada rakyat miskin yang sebelumnya telah menerima.”tutupnya.

Menjadi Blunder

Untuk kesekian kalinya, kebijakan para pembantu presiden menjadi Blunder bagi elektabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran. Dimulai dari tabung gas elpiji pada awal pemerintahan, dilanjutkan belum usai tragedi bencana sumatera yang melahirkan berbagai blunder berupa pernyataan-pernyataan pemerintah dari pihak-pihak terkait. Teharu kebijakan Kemensos yang mencabut bantuan Jaminan kesehatan, bansos/PKH yang menuai polemik bahkan keresahan ditengah masyarakat sehingga menimbulkan kegaduhan.

Tidak sedikit tokoh yang menyayangkan kebijakan yang menuai polemik tersebut menilai Kemensos tidak mengetahui dan tidak paham keadaan dilapangan yang sesungguhnya sehingga menilai kebijakan yang diambil tersebut tanpa melalui riset ataupun kajian yang mendalam yang menyentuh akar dan objek permasalahan.
Tim/Red

About Author

Related Posts

DPRD Kota Bandung Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di HJKB Ke-216
  • adminadmin
  • September 25, 2026

Reportasejabar.com  Memperingati Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216, DPRD Kota Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah untuk merawat warisan sejarah sekaligus memperkuat sinergi dalam merancang masa depan…

Read more

Continue reading
KDS Dorong Percepatan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Nagrak
  • adminadmin
  • September 25, 2026

KABUPATEN BANDUNG – Reportasejabar.com. Bupati Bandung Dadang Supriatna atau lebih akrab disapa KDS mendorong percepatan penyelesaian gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Nagrak, Kecamatan Pacet. Dari 270 desa dan…

Read more

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

DPRD Kota Bandung Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di HJKB Ke-216

  • By admin
  • September 25, 2026
  • 6 views
DPRD Kota Bandung Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di HJKB Ke-216

KDS Dorong Percepatan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Nagrak

  • By admin
  • September 25, 2026
  • 6 views
KDS Dorong Percepatan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Nagrak

KDS Dorong Karang Taruna Cetak Pemuda Produktif

  • By admin
  • September 25, 2026
  • 7 views
KDS Dorong Karang Taruna Cetak Pemuda Produktif

Monitoring Program Pentahelix Ciparay, Bupati KDS Dorong Percepatan Normalisasi Irigasi Cigugur

  • By admin
  • September 25, 2026
  • 6 views
Monitoring Program Pentahelix Ciparay, Bupati KDS Dorong Percepatan Normalisasi Irigasi Cigugur

Pangdam III/Siliwangi Lepas Kontingen Karate Kodam III/Siliwangi untuk Berlaga di Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI 2026

  • By admin
  • September 25, 2026
  • 15 views
Pangdam III/Siliwangi Lepas Kontingen Karate Kodam III/Siliwangi untuk Berlaga di Kejuaraan Karate Piala Panglima TNI 2026

Hadapi Tekanan Pasien, KDS Tekankan Resiliensi Nakes

  • By admin
  • September 25, 2026
  • 18 views
Hadapi Tekanan Pasien, KDS Tekankan Resiliensi Nakes

Polda Jabar : Jaga Ruang Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat

  • By admin
  • September 24, 2026
  • 14 views
Polda Jabar : Jaga Ruang Demokrasi, Layani Aspirasi dan Lindungi Aktivitas Masyarakat

Bupati KDS Bangga : Si Jalak Harupat Resmi Jadi Venue FIFA Asian Cup 2026

  • By admin
  • September 24, 2026
  • 19 views
Bupati KDS Bangga : Si Jalak Harupat Resmi Jadi Venue FIFA Asian Cup 2026

KDS Tekankan Kepastian Tata Ruang di Tengah Kebijakan LSD

  • By admin
  • September 24, 2026
  • 18 views
KDS Tekankan Kepastian Tata Ruang di Tengah Kebijakan LSD

KDS Dukung Raperda Prakarsa DPRD, Minta Regulasi Tak Sekadar Formalitas

  • By admin
  • September 24, 2026
  • 18 views
KDS Dukung Raperda Prakarsa DPRD, Minta Regulasi Tak Sekadar Formalitas

Polisi Salurkan Toren Air untuk Warga Terdampak Kekeringan

  • By admin
  • September 23, 2026
  • 24 views
Polisi Salurkan Toren Air untuk Warga Terdampak Kekeringan

KDS Dorong Penguatan PPSI sebagai Wadah Pembinaan Olahraga Masyarakat

  • By admin
  • September 23, 2026
  • 29 views
KDS Dorong Penguatan PPSI sebagai Wadah Pembinaan Olahraga Masyarakat

Kapolda Jabar Jadikan Mahasiswa Unla sebagai Mitra Strategis Kepolisian

  • By admin
  • September 23, 2026
  • 22 views
Kapolda Jabar Jadikan Mahasiswa Unla sebagai Mitra Strategis Kepolisian

Peringatan HAORNAS ke-43, Pemkab Bandung Buka PORPEMKAB Tahun 2026

  • By admin
  • September 23, 2026
  • 24 views
Peringatan HAORNAS ke-43, Pemkab Bandung Buka PORPEMKAB Tahun 2026

Prodi Teknik Geomatika Unjani Serahkan Hasil Pengmas Pemetaan Batas RT/RW Desa Sukarapih Sumedang

  • By admin
  • September 23, 2026
  • 26 views
Prodi Teknik Geomatika Unjani Serahkan Hasil Pengmas Pemetaan Batas RT/RW Desa Sukarapih Sumedang

Konflik Lahan Memanas di Afdeling Gunung Mayang: Karyawan PTPN Alami Kekerasan & Ancaman Sajam, KabarSBI–GMOCT Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

  • By admin
  • September 23, 2026
  • 21 views
Konflik Lahan Memanas di Afdeling Gunung Mayang: Karyawan PTPN Alami Kekerasan & Ancaman Sajam, KabarSBI–GMOCT Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Relawan Anak Negri Teguhkan Kepedulian, Salurkan Bantuan Korban Longsor Kutawaringin

  • By admin
  • September 23, 2026
  • 24 views
Relawan Anak Negri Teguhkan Kepedulian, Salurkan Bantuan Korban Longsor Kutawaringin

Peringati HUT ke-81 TNI, Kodam III/Siliwangi Gelar Bazar UMKM

  • By admin
  • September 23, 2026
  • 25 views
Peringati HUT ke-81 TNI, Kodam III/Siliwangi Gelar Bazar UMKM

577 Kejadian Kebakaran, KDS Minta Armada dan Pos Damkar Diperkuat

  • By admin
  • September 23, 2026
  • 28 views
577 Kejadian Kebakaran, KDS Minta Armada dan Pos Damkar Diperkuat

Pangdam III/Siliwangi Hadiri Pembukaan Pelatihan Dasar Kemiliteran Komcad Mitra Udara Tahun 2026

  • By admin
  • September 22, 2026
  • 22 views
Pangdam III/Siliwangi Hadiri Pembukaan Pelatihan Dasar Kemiliteran Komcad Mitra Udara Tahun 2026

Dirlantas Polda Jabar Tekankan Pelayanan Presisi dan Kolaborasi

  • By admin
  • September 22, 2026
  • 24 views
Dirlantas Polda Jabar Tekankan Pelayanan Presisi dan Kolaborasi

Emma Dety Ajak Perempuan ASN Jadi Teladan Sehat dan Bahagia

  • By admin
  • September 22, 2026
  • 21 views
Emma Dety Ajak Perempuan ASN Jadi Teladan Sehat dan Bahagia

Pemkab Bandung Adopsi Sistem Peta Pajak dan Pertanahan untuk Optimalisasi PAD

  • By admin
  • September 22, 2026
  • 25 views
Pemkab Bandung Adopsi Sistem Peta Pajak dan Pertanahan untuk Optimalisasi PAD

Pemkab Bandung Genjot Perbaikan 4.718 RTLH Tahun Ini

  • By admin
  • September 22, 2026
  • 29 views
Pemkab Bandung Genjot Perbaikan 4.718 RTLH Tahun Ini

Dpw Perempuan Bangsa Jawa Barat Menggelar RAKERWIL Pertama Tahun 2026″ Targetkan Pendidikan Politik Untuk Perempuan”

  • By admin
  • September 21, 2026
  • 35 views
Dpw Perempuan Bangsa Jawa Barat Menggelar RAKERWIL Pertama Tahun 2026″ Targetkan Pendidikan Politik Untuk Perempuan”