BANDUNG, 21 SEPTEMBER 2026 Reportasejabar.com Ketua Komunitas Gerak Bersama Jaga Bumi, Asep Koswara, yang juga dikenal sebagai mantan aktivis 1998, mengajak masyarakat untuk terus merawat demokrasi, menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM), serta menjaga persatuan di tengah dinamika sosial dan politik.
Menurut Asep, demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Namun, kebebasan tersebut juga harus diiringi tanggung jawab, kedewasaan, dan penghormatan terhadap hak orang lain.
Momentum September Hitam, yang diperingati sejumlah kelompok masyarakat sipil dan pegiat HAM untuk mengenang berbagai peristiwa dugaan pelanggaran HAM di Indonesia, menjadi pengingat pentingnya memperjuangkan keadilan dan menghormati martabat manusia.
Bagi Asep, pengalaman sebagai aktivis pada 1998 memberikan perspektif tersendiri mengenai arti kebebasan berpendapat dan perubahan sosial. Semangat reformasi, menurutnya, tetap relevan dalam mendorong kehidupan demokrasi yang terbuka, kritis, dan bertanggung jawab.
Demokrasi Membutuhkan Suara Kritis
Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian penting dari kontrol publik. Mahasiswa, organisasi masyarakat, dan seluruh warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sesuai ketentuan hukum.
Asep menilai, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan. Sebaliknya, perbedaan perlu dikelola melalui dialog yang sehat agar menghasilkan solusi bagi kepentingan masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita jaga ketertiban dan tetap mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi,” pesan Asep.
September Hitam dan Refleksi Keadilan
September Hitam menjadi momentum untuk mengingat kembali berbagai peristiwa dugaan pelanggaran HAM sekaligus mendorong penyelesaian kasus-kasus yang belum tuntas.
Refleksi sejarah tersebut penting agar masyarakat tidak melupakan para korban dan tetap menempatkan keadilan, penegakan hukum, serta perlindungan hak warga negara sebagai bagian dari agenda demokrasi.
Bagi Asep, menjaga ketertiban tidak berarti membatasi kebebasan berpendapat. Ruang demokrasi harus tetap terbuka bagi kritik dan aspirasi masyarakat, selama disampaikan secara damai dan bertanggung jawab.
Merawat Persatuan, Menjaga Masa Depan
Sebagai Ketua Komunitas Gerak Bersama Jaga Bumi, Asep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menciptakan lingkungan sosial yang aman, terbuka, dan saling menghormati.
Pemerintah, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan warga memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun komunikasi yang konstruktif serta mencegah berkembangnya provokasi.
Momentum September Hitam hendaknya menjadi ruang refleksi untuk memperkuat penghormatan terhadap HAM, menjaga kebebasan berekspresi, dan mendorong penyelesaian persoalan melalui jalur yang adil.
Bagi Asep Koswara, merawat demokrasi berarti menjaga agar suara kritis tetap hidup, keadilan terus diperjuangkan, dan persatuan tidak dikorbankan. Demokrasi yang berkeadaban bukanlah demokrasi tanpa perbedaan, melainkan demokrasi yang mampu mengelola perbedaan dengan bijaksana dan manusiawi.
Red Sam

























